Pada artikel ini kita akan membahas tentang sejarah Argentina. Seperti halnya sejarah negara-negara pada umumnya, negara dari Lionel Messi itu dibagi kedalam beberapa periodesasi.
Membahas sejarah berdasarkan peiodesasi sangat penting agar kita bisa memahami sejarah secara sistematis. Sejarah Argentina dapat dibagi menjadi beberapa periode penting. Berikut adalah pembagian umum sejarah negara Argentina:
Pertama, pra-Columbus (sebelum tahun 1492); kedua, penjajahan Spanyol (1492-1816); ketiga, masa kemerdekaan dan Perang Saudara (1816-1861); keempat, periode modernisasi dan Perkembangan Ekonomi (1861-1930); kelima, periode Peronisme (1946-1955, 1973-1974); dan keenam periode demokratisasi dan Krisis Ekonomi (1983-sekarang):
Pra-Columbus (sebelum tahun 1492)
Argentina adalah sebuah negara di Amerika Selatan yang memiliki sejarah panjang sebelum kedatangan Christopher Columbus pada tahun 1492. Sebelum kedatangan bangsa Eropa, wilayah Argentina dihuni oleh berbagai suku pribumi Amerika Selatan.
Salah satu suku pribumi yang dikenal di wilayah Argentina adalah suku Mapuche. Mereka tinggal di wilayah barat laut Argentina dan wilayah selatan Chile. Suku Mapuche memiliki kehidupan yang didasarkan pada pertanian, memelihara hewan, dan berburu. Mereka juga memiliki organisasi sosial yang terstruktur dan memiliki tradisi lisan yang kaya.
Selain suku Mapuche, ada juga suku-suku lainnya yang mendiami wilayah Argentina seperti suku Diaguita, Guaraní, dan Tehuelche. Masing-masing suku ini memiliki budaya dan bahasa mereka sendiri.
Pada abad ke-15, bangsa Inca dari wilayah yang sekarang menjadi Peru menaklukkan wilayah utara Argentina. Bangsa Inca membentuk sistem administrasi dan pemerintahan di daerah ini. Mereka membangun jalan dan sistem irigasi yang canggih serta mengembangkan pertanian yang maju.
Namun, kedatangan bangsa Eropa pada abad ke-16 mengubah sejarah Argentina secara drastis. Pada tahun 1516, penjelajah Spanyol Juan Díaz de Solís memasuki wilayah Argentina dan menjadikannya bagian dari Kekaisaran Spanyol. Pada tahun 1536, penjelajah Spanyol lainnya, Pedro de Mendoza, mendirikan kota pertama di Argentina yang diberi nama Nuestra Señora del Buen Ayre (sekarang menjadi Buenos Aires).
Penjajahan Spanyol membawa dampak yang signifikan bagi suku-suku pribumi Argentina. Mereka diperbudak, dipersekusi, dan terkena wabah penyakit yang dibawa oleh bangsa Eropa. Spanyol juga memperkenalkan agama Katolik dan bahasa Spanyol ke wilayah ini.
Pada abad ke-18, Argentina mulai terlibat dalam perjuangan kemerdekaan dari kekuasaan Spanyol bersama dengan negara-negara Amerika Selatan lainnya. Setelah perang yang panjang, Argentina meraih kemerdekaan pada tahun 1816 dan menjadi bagian dari negara-negara merdeka di Amerika Selatan.
Sejak itu, Argentina mengalami berbagai perubahan politik dan ekonomi. Negara ini mengalami periode pertumbuhan ekonomi yang pesat pada awal abad ke-20 dan menjadi salah satu ekonomi terkemuka di Amerika Latin. Namun, Argentina juga menghadapi tantangan dan periode ketidakstabilan politik, termasuk masa-masa rezim militer yang otoriter pada tahun 1970-an dan 1980-an.
Pembahasan sejarah Argentina pra-Columbus (sebelum tahun 1492) didasarkan pada penelitian arkeologi dan sumber-sumber sejarah lainnya. Suku-suku pribumi Argentina memiliki sejarah dan budaya yang kaya sebelum kedatangan bangsa Eropa yang membentuk masa-masa sejarah selanjutnya di Argentina.
Penjajahan Spanyol (1492-1816)
Pada tahun 1516, penjelajah Spanyol pertama, Juan Diaz de Solis, mencapai wilayah yang sekarang menjadi Argentina. Namun, penjajahan Spanyol yang sebenarnya dimulai pada abad ke-16 dengan ekspedisi penaklukan oleh Pedro de Mendoza.
Wilayah ini kemudian menjadi bagian dari Viceroyalty of Peru dan kemudian Viceroyalty of the Río de la Plata. Pada awal abad ke-19, gerakan kemerdekaan dimulai dan Argentina memproklamirkan kemerdekaannya pada tahun 1816.
Kemerdekaan dan Perang Saudara (1816-1861)
Setelah kemerdekaan Argentina, negara ini menghadapi periode yang sulit dengan serangkaian konflik politik dan perang saudara. Pada tahun 1852, konstitusi nasional baru diberlakukan, dan pada tahun 1861, negara ini bersatu di bawah kepemimpinan Presiden Bartolomé Mitre.
Modernisasi dan Perkembangan Ekonomi (1861-1930)
Argentina mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat pada periode ini. Migrasi massal dari Eropa, terutama Italia dan Spanyol, terjadi, dan pertanian serta ekspor produk pertanian seperti daging sapi dan biji-bijian menjadi sumber utama pendapatan negara. Di bawah presiden seperti Julio Argentino Roca dan Hipólito Yrigoyen, negara ini mengalami modernisasi dan pembangunan infrastruktur.
Periode Peronisme (1946-1955, 1973-1974, dan seterusnya)
Peronisme merujuk pada gerakan politik yang dipimpin oleh Juan Perón dan istrinya, Eva Perón. Juan Perón menjadi presiden pada 1946, dan kebijakan-kebijakan sosial dan ekonomi yang diimplementasikan selama masa kepresidenannya memiliki dampak signifikan terhadap Argentina.
Setelah pengasingannya pada 1955, Argentina mengalami periode ketidakstabilan politik yang berlangsung selama beberapa dekade, dengan periode pemerintahan sipil dan militer yang bergantian.
Demokratisasi dan Krisis Ekonomi (1983-sekarang)
Setelah periode kediktatoran militer, Argentina memulai proses demokratisasi pada tahun 1983. Negara ini mengalami beberapa periode ketidakstabilan ekonomi dan krisis keuangan, termasuk krisis ekonomi besar pada tahun 2001. Meskipun demikian, Argentina juga memiliki masa-masa kemajuan dan stabilitas ekonomi.
