Jika kita menilik kembali tentang sejarah kurikulum, Indonesia sudah mengalami 11 kali pergantian kurikulum, mulai dari Kurikulum 1947, Kurikulum 1964, Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1974, Kurikulum 1994, Kurikulum 2004, Kurikulum 2006, Kurikulum 2013, dan Kurikulum Merdeka.
Sejak Covid-19 satuan pendidikan diberikan opsi dalam melaksanakan kurikulum sesuai dengan kebutuhan pembelajaran bagi peserta didik. Tiga opsi kurikulum tersebut yaitu Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat (yaitu Kurikulum 2013 yang disederhanakan oleh Kemendikbudristek), dan Kurikulum Merdeka.
Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai Kurikulum Merdeka, pertanyaanya apakah kita sudah benar-benar memahami apa itu kurikulum? Saat kita mempelajari kembali kurikulum terkadang ada hal tidak kita pahami secara utuh, sehingga penjelasan kita terhadap kurikulum terkesan datar tidak sampai pada makna yang esensial.
Tahkah kamu kalau dari masa kemasa orang berbeda-beda mengartikan kurikulum. Secara umum kurikulum diartikan sebagai mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Nah, pengertian kurikulum yang seperti ini disebut oleh Drs. H.M Ahmad, dkk sebagai pengertian kurikulum yang paling tradisional. Lah, lalu gimana dong?
Asal-Usul Kurikulum
Apa itu Kurikulum Merdeka?
Mengutip Buku Saku Tanya Jawab Kurikulum Merdeka, bahwa Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
Menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Indonesia, Kurikulum Merdeka adalah program kurikulum yang bertujuan untuk memberikan kebebasan dalam belajar dan mengajar.
Program ini menekankan pentingnya membiarkan siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka sambil memberikan fleksibilitas kepada guru untuk menciptakan pengalaman belajar berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan siswa mereka.
Namun Kurikulum Merdeka masih belum sepenuhnya siap diimplementasikan di semua sekolah, karena belum adanya persiapan dan pelatihan bagi guru dan tenaga pendidik. Selain itu, karena terbatasnya sumber daya dan infrastruktur pendidikan.
Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka Belajar (KMB) adalah kurikulum baru yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) pada tahun 2020.
Kurikulum ini bertujuan untuk memberikan kebebasan pada satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah. Namun, seperti halnya dengan kurikulum sebelumnya KMB juga memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan Kurikulum Merdeka Belajar:
- Lebih Sederhana dan mendalam.
- Memberikan "Kemerdekaan" bagi Satuan Pendidikan dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan.
- Sistem Pembelajaran yang Lebih Relevan dan Interaktif. Kurikulum ini dirancang untuk mengintegrasikan teknologi dan media pembelajaran modern.
- Masih Belum Sepenuhnya Siap diimplementasikan di Semua Sekolah. Hal ini terkait dengan keterbatasan sumber daya dan infrastruktur pendidikan di beberapa daerah di Indonesia.
- Perlu Adanya Persiapan dan Pelatihan bagi Guru dan Tenaga Pendidik. Hal ini agar mereka dapat mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan.
- Keterbatasan dalam Sumber Daya dan Infrastruktur Pendidikan. Beberapa sekolah mungkin kesulitan untuk mengakses teknologi dan media pembelajaran modern, sehingga implementasi kurikulum ini menjadi lebih sulit.

