Iklan

ilustrasi/pixabay.com

Generasi Milenial dan Generasi Z adalah dua kelompok usia yang saat ini sedang memasuki periode puncak dalam kehidupan masyarakat. Generasi Milenial adalah mereka yang terlahir antara tahun 1981-2000, sedangkan Generasi Z adalah mereka yang lahir paska 2001, atau juga antara tahun 1997-2012. Jumlah mereka sangat besar dan merupakan bagian dari keseluruhan populasi manusia. 

Sensus penduduk pada tahun 2020 merilis komposisi penduduk Generasi Z sekitar 27, 94 persen. Sedangkan, Generasi Milenial jumlahnya berada sedikit di bawah Gen Z, yaitu sebanyak 25,87 persen dari total penduduk Indonesia. Ini artinya, keberadaan Gen Z memegang peranan penting dan memberikan pengaruh pada perkembangan Indonesia saat ini dan nanti.

Antara Generasi Milenial dan Generasi Z nyaris tidak bisa dibedakan. Namun, apabila keduanya dilihat dalam perspektif bisnis, mereka adalah pangsa pasar yang sangat besar. Untuk itu, memahami karakter kedua generasi tersebut bisa membantu kita dalam proses pemasaran yang lebih baik. 

Menurut Hadion Wijoyo, dkk, (2020), secara garis besar, ada enam faktor yang membedakan  Generasi Milenial dan Generasi Z. Perbedaan itu terlihat dalam seperti adaptasi teknologi, ekonomi, durasi online, platform media sosial, respon terhadap iklan, dan pendidikan. 

Adaptasi Teknologi

Generasi Milenial terlahir dan tumbuh di awal-awal berkembangnya teknologi informasi. Mereka masih sempat mengalami masa keemasan teknologi, offline, seperti kaset pita, walkman, CD dan DVD. Di sisi lain, Generasi Z terlahir pada zaman ketika teknologi informasi sudah sedemikian maju. Sejak kecil Generasi Z sudah familiar dengan laptop, internet, wifi, dan ponsel pintar. 

Namun, sebuah riset menemukan beberapa fakta, bahwa Generasi Z adalah generasi yang paling banyak mengidap gangguan kesehatan mental, terutama terkait perundungan di media sosial. Selain itu, para ahli juga menyebut Generasi Z sebagai generasi yang paling kesepian. 

Ekonomi

Generasi Milenial memiiki optimisme yang cukup tinggi terhadap masa depan ekonomi mereka. Oleh karenanya Generasi Milenial cenderung mengalokasikan uang mereka untuk berbelanja hal-hal yang menarik dan memberikan pengalaman. Sedangkan, sebaliknya, Generasi Z lebih cenderung untuk menabung uang yang mereka miliki. 

Durasi Online 

Waktu yang digunakan untuk online oleh Generasi Z lebih lama daripada Generasi Milenial. Berdasarkan data statistik, rata-rata dalam sehari Generasi Z menghabiskan waktu 10 jam untuk online. Sedangkan, Generasi Milenial hanya menghabiskan waktu sekitar 7,5 jam sehari. 

Platform Media Sosial

Baik Generasi Milenial dan Generasi Z sama-sama pengguna media sosial. Akan tetapi ada perbedaan pilihan platform media sosial yang digunakan. Generasi Milenial lebih banyak mempergunakan platform media sosial serius seperti facebook, Twitter, dan LinkkedIn. Sedangkan, Generasi Z lebih banyak mempergunakan platform media sosial yang menyediakan konten hiburan, seperti Instagram, YouTube, dan TikTok. 

Respon Terhadap Iklan

Berdasarkan sebuah data statistik, Generasi Milenial memiliki kecenderungan untuk bersedia melihat iklan (ads) dalam durasi yang lebih lama, ketimbang Generasi Z. Generasi Milenial bersedia meluangkan waktu melihat tayangan iklan sampai lebih dari 12 detik, sedangkan Generasi Z hanya bersedia melihat iklan dengan durasi di bawah 8 detik. 

Pendidikan

Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, baik Generasi Milenial dan Generasi Z merupakan kelompok yang memiliki akses dan latar belakang pendidikan yang tinggi. Implikasinya, kedua generasi memiliki pola pikir yang lebih rasional, bila dibanding generasi-generasi sebelumnya.***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama