![]() |
| Bil Tawil tanah tak bertuan/pixabay.com |
Disaat negara-negara saling memperkuat kekuasaan wilayahnya, mulai dari lautan hingga daratan. Namun, tahukah Anda bahwa ada tanah yang tidak bertuan.
Tanah tak bertuan itu ternyata bukanlah kiasan semata, melainkan memang benar adanya. Terdapat tanah yang tak bertuan, tanah itu berada diwilayah perbatasan Mesir dan Sudan.
Bir Tawil merupakan sebuah wilayah yang tak bertuan (terra nullius). Di Bir Tawil seluas 2.060 km², tidak berpenduduk, dan tidak memiliki undang-undang yang mengatur wilayahnya.
Diketahui Bir Tawil merupakan daerah sengketa antara Mesir dan Sudan. Bukan karena saling memperebutkan, melainkan karena keduanya sama-sama tidak menginginkan wilayah tersebut.
Sejarah Bil Tawil
Pada abad ke-19, Bir Tawil merupakan wilayah sengketa teritorial pada era Kerajaan Inggris, dimana saat itu terdapat sebuah perjanjian kepemilikan wilayah antara Inggris dan Mesir dimana perjanjian tersebut memungkinkan Inggris dan Mesir memiliki wilayah yang dibagi dua yakni batas politik disepanjang sisi utara Mesir dan batas administratif di sisi selatan (sekarang Sudan).
Persoalan ini timbul ketika Sudan merdeka dari Inggris dan Mesir pada 1956, di mana mereka ingin mengklaim wilayah Halib. Sehingga, Mesir masuk dan mengambil alih wilayah tersebut di tahun 1994.
Tindakan Mesir sejalan dengan aturan batas politik tahun 1899, yakni Halib merupakan bagian dari Mesir, sedangkan Bil Tawil adalah wilayah Sudan, serta tidak memiliki sumber daya yang berlimpah.
Namun, Sudan tidak setuju dengan garis perbatasan horizontal, melainkan perbatasan bergerigi agar dapat merebut Halaib. Membiarkan Bil Tawil tanpa kedaulatan. Lalu kenapa tidak diperebutkan?
Terdapat dua alasan penyebab kenapa Bil Tawil tidak diperebutkan. Mengutip The Guardian, B Tawil tidak diperebutkan karena wilayah berbatu dan berpasir. Selain itu, wilayah ini juga tidak memiliki akses ke jalan dan laut. Sehingga dianggap tidak memberikan keuntungan.
Saat ini Bir Tawil secara de jure masih tanah tak bertua. Hal ini memicu sejumlah orang maupun perkumpulan untuk mencoba mengklaim Bir Tawil dan mendirikan negara merdeka sendiri.
Namun, hingga kini belum ada satupun percobaan klaim tersebut yang menjadi cencorn organisasi internasional.
Salah satu percobaan klaim dilakukan pada tahun 2014 oleh Jeremiah Heaton (38) tahun. Setelah melakukan berbagai prosedur dari pihak berwenang Mesir, pria asal Virginia (AS) ini pun langsung melaksanakan ekspedisi ke Bir Tawil dan menancapkan bendera setibanya disana, kemudian menampilkan "Kingdom North Sudan". Sudah tentu Heatonlah rajanya.
Uniknya, klaim tersebut didasari oleh pertanyaan putrinya, Emily. Suatu hari sang anak bertanya apakah dirinya dapat menjadi seorang putri raja. Atas hal tersebut Heaton mulai mencari apa itu Bir Tawil dan mengklaim wilayah tersebut, kemudian mendapat Emily sebagai seorang putri raja tepat pada hari ulang tahunnya. ***
