Iklan

Kongres Sumpah Pemuda Indonesia Pertama/sumber foto: museumsumpahpemuda.kemendikbud.go.id 

Seperti yang kita ketahui bahwa hari ini Jumat, 28 Oktober 2022, diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda yang ke-94. Hari Sumpah Pemuda diambil dari Kongres Sumpah Pemuda Indonesia kedua pada 28 Oktober  1928. Namun, persiapannya sudah direncanakan sejak Kongres Pemuda Indonesia pertama.

B. Sularto dalam bukunya yang diterbitkan oleh Balai Pustaka berjudul "Kongres Pemuda Pertama ke Sumpah Pemuda, 1986" menjelaskan secara gamblang mengenai jalannya Kongres Pemuda, mulai dari Kongres Pemuda Indonesia pertama, hingga Kongres Pemuda Indonesia yang kedua. 

Jalannya Kongres Pemuda Pertama, berawal dari keinginan para pemuda Indonesia untuk bersatu. Keinginan itu dimulai dengan penerbitan sebuah majalah oleh Perhimpunan Indonesia berjudul "Indonesia Merdeka" pada tahun 1925. Perhimpunan Indonesia sendiri merupakan organisasi mahasiswa yang berada di Belanda. 

Baca juga: Menilik Sejarah Perang Korea, Uji Coba Rudal dan Kemungkinan Perang Nuklir

Karena pada artikel ini hanya akan membahas naskah pidato ketua Kongres Pemuda Pertama. Maka singkat cerita pada awal tahun 1926 panitia Kongres sudah berhasil membuat susunan acara. Rangkaian ceramah-ceramah menjadi acara pokok didalam sidang-sidang umum Kongres Pemuda Indonesia pertama. 

Enam orang pemuda-pemudi Indonesia akan tampil sebagai pembicara, mereka itu ialah; Sumartho, Bandar Johan, Muhamad Yamin, Jaksodipura, Paul Pinontoan, dan nona Stien Adam. Setiap ceramah, diikuti dengan pandangan umum. Para peserta Kongres diberikan kesempatan untuk memberikan sambutannya. Baik berupa ulasan, kecaman, maupun pertanyaan-pertanyaan. 

Rangkaian ceramah-ceramah berisi tiga pokok pembicaraan yaitu pertama, tentang persatuan bangsa Indonesia. Kedua, kedudukan dan peranan wanita dalam masyarakat Indonesia. Dan ketiga, peranan agama dalam gerakan persatuan bangsa Indonesia. Tiga pokok itu dibincang dalam Kongres Pemuda Indonesia pertama. 

Baca juga: Sejarah Peradaban Bangsa Sumeria di Mesopotamia

Ketua panitia Kongres Pemuda Indonesia pertama adalah Muhamad Tabrani. Dengan persiapan yang matang oleh panitia, Kongres pertamapun telah siap dilaksanakan mulai pada tanggal 30 April 1926 sampai dengan tanggal 2 Mei 1926. 

Mengawali pembukaan kongres M. Tabrani tampil sebagai orang pertama yang berpidato. Para hadirin dengan jumlah peserta kurang lebih seratus orang terpukau oleh pidato ketua panitia M. Tabrani. Betapa tidak, ia mengawali pidatonya dengan kalinat-kalimat sebagai berikut; 

"Putra putri Indonesia dan anda semua yang hadir disini. Atas nama panitia Kongres Pemuda Indonesia yang pertama, saya mengucapkan selamat datang. Saya sampaikan ucapan selamat datang kepada Anda semua sebagai pejuang-pejuang kemerdekaan Tanah Air dan  Bangsa kita. Dan sebagai pribadi-pribadi yang memperlihatkan perhatiannya  kepada perjuangan nasional kita. Anda semua telah meringankan langkah mengunjungi Kongres Pemuda Indonesia yang pertama ini. Sungguh suatu perbuatan yang patut dihargai. Kongres ini adalah suatu tonggak sejarah dalam sejarah pergerakan Pemuda kita,"

Kemudian ketua panitia melanjutkan pidatonya dengan ucapan-ucapan berikut ini;

"Kita semua orang-orang Jawa, Sumatera, Minahasa, Ambon dan lain-lain, oleh sejarah ditempa menjadi insan-insan yang harus bersatu padu, jika kita ingin mencapai tujuan kita bersama. Dan itulah kemerdekaan Indonesia, ibu pertiwi tercinta,".

Baca juga: Berawal dari Penembakan Pewaris Tahta Austria, Begini Sejarah Perang Dunia I

Mengakhiri pidatonya, ia dengan bersemangat mengucapkan kalimat-kalimat berikut ini;

"Mengakhiri pidato saya, saya amat mengharapkan supaya Kongres ini menyuarakan generasi Indonesia sekarang. Yang nantinya tertanggal untuk bekerja, Berkarya, berjuang, dan mati untuk kemerdekaan Nusa dan Bangsa kita. Rakyat diseluruh kepulauan Indonesia, bersatulah!,".

Seusai ketua panitia menyampaikan pidatonya, para hadirin setempat menyambut dengan bertepuk tangan riuh. Banyak dari para hadirin yang berbisik-bisik. Mereka memuji isi pidato ketua panitia tersebut.

Untuk pembahasan Kongres Sumpah Pemuda Indonesia kedua akan saya ulas dalam artikel selanjutnya. Selamat Hari Sumpah Pemuda, semoga pemuda-pemudi sekarang lebih tangguh, lebih unggul dalam mengisi kemerdekaan dimasa yang akan datang. ***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama