Iklan

 

Data pengguna internet dan media sosial di Indonesia/pixcel.com 

Teknologi mengalami perkembangan begitu cepat dari masa ke masa. Teknologi telah mengubah cara hidup kita, bekerja, dan bersosialisasi dengan sesama. Teknologi telah berdampak pada semua aspek kehidupan, pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan. 

Teknologi sangat erat kaitannya dengan komunikasi karena teknologi informasi  merupakan alat serta sistem komunikasi yang dirancang khusus oleh manusia dengan tujuan mempermudah interaksi dan pertukaran informasi.

Teknologi Informasi diartikan sebagai suatu teknologi yang dipergunakan dalam mengolah data. Kegiatan mengolah ini mencakup kegiatan memproses, mendapatkan, menyusun dan menyimpan data dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang berkualitas, relevan, akurat serta tepat waktu.

Baca Juga: Pengertian Google Console dan Manfaatnya Bagi Bisnis Digital

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan segala sesuatu yang diperlukan untuk kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Sedangkan, salah satu yang menjadi tonggak awal berkembangnya informasi dan komunikasi adalah internet. 

Internat adalah jaringan komunikasi global yang menghubungkan komputer dan jaringan komputer di seluruh dunia. Dengan keberadaan internet juga memungkinkan kita berbagi informasi dan berkomunikasi dari mana saja dan dengan siapa saja. 

Internet berawal pada tahun 1969 yang pada saat itu hanyalah sebuah jaringan komputer yang dibuat oleh ARPA. ARPA adalah Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Proyek tersebut diberi nama ARPANET (Advanced Research Project Agency Network).

Baca Juga: 6 Faktor yang Membedakan Generasi Milenial dan Generasi Z

Perkembangan teknologi informasi terus mengalami pertumbuhan. Setelah internet, kemudian muncul berbagai jenis software atau aplikasi diantaranya adalah aplikasi media sosial, seperti WhatsApp, Telegram, Instagram, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya. 

Saat ini, antara Teknologi Informasi, dan media sosial adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Media sosial merupakan sarana yang paling ampuh untuk tetap terhubung dengan teman, keluarga, bahkan dunia. Bahkan, media bukan hanya sebagai tempat berkomunikasi, namun juga tempat berekspresi. 

Data Pengguna Media Sosial dan Internet

Pengguna media sosial dan internet/pixcel.com

Ketika media sosial masih dalam masa pertumbuhan, pada tahun 20005 di Amerika hanya berjumlah sekitar 5 persen pengguna media sosial. Namun, jumlah itu berkembang pesat pada tahun 2019 menjadi sekitar 70 persen (Frances Dalomba, LICSW, 2020).

Sedangkan, menurut Pew Research Center (PRC) merilis terkait penggunaan media sosial. PRC melaporkan sebanyaik 97 persen anak berusia 13 hingga 17 tahun menggunakan setidaknya satu dari tujuh platform utama. 

Baca Juga: 'Aku Belanja Maka Aku Ada', Konsumerisme Perempuan di Era Digital

Sementara itu, jumlah waktu yang dihabiskan di media sosial sangat mencengangkan, di mana satu laporan menunjukan rata-rata remaja usia 13 hingga 18 tahun menghabiskan sekitar sembilan jam di media sosial setiap hari. Remaja usia 8 hingga 12 tahun aktif di media sosial sekitar enam jam sehari. 

Pengguna Media Sosial dan Internet di Indonesia

Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki pengguna terbanyak di dunia. Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 202,6 juta, dimana jumlah seluler (mobile) yang terkoneksi sebanyak 345,3 juta dari 274,9 juta penduduk Indonesia (Rahmawati Devie, dkk, 2021).

Sementara itu, masyarakat Indonesia yang aktif di media sosial mencapai 170 juta orang (We Are Social, 2021). Pertumbuhan populasi (antara Januari 2021 dan Januari 2020) naik sekitar 1,1 persen (2,9 juta), dimana terdapat pertumbuhan koneksi seluler sebesar 1,2 persen (4 juta), penambahan pengguna internet sebesar 15,5 persen (27 juta) dan penambahan pengguna media sosial aktif sebesar 6,3 (10 juta) (We Are Social, 2021).

Baca Juga: Mengenal Hypebeast: Kegilaan Seseorang Pada Trend Fashion

Jumlah penggunaan Smartphone di era digital juga semakin meningkat. Menurut data We Are Social 2021, sebagaimana dikutip dari buku Modul Keamanan Digital, disebutkan bahwa jumlah telepon seluler sebanyak 98,3 persen, smarphone 98,2 persen, telepon seluler bukan smartphone 16 persen.

Jenis teknologi lainnya juga mengalami peningkatan, komputer laptop atau desktop 74,7 persen, tablet 18,5 persen, perangkat TV streaming 6 persen, game 16,2 persen, perangkat smarthome 5,7 persen, perangkat smartwatch atau wristband 13,3 persen dan perangkat virtual reality sebesar 4,2 persen. 

Dampak Negatif Penggunaan Media Sosial

Dibalik penggunaan teknologi yang memiliki banyak dampak positif, sayangnya juga memiliki sisi buruk yang muncul misalnya kasus Bully. Kasus bully di media sosial disebut cyberbullying. Kasus cyberbullying mampu menyebabkan korban trauma yang mendalam, baik secara fisik maupun psikis. 

Baca Juga: Homo Digitalis: Gambaran Manusia di Era Teknologi Digital

Sebagai contoh, menurut data yang dirilis oleh Frances Dalomba LICSW 2020, setiap 7 menit, anak Amerika mengalami tindakan cyberbullying. Satu dari empat remaja di Amerika Serikat sebesar 25 persen menjadi korban bully dan 43 persen mengalami bully saat online di media sosial. 

Tak hanya itu, yang paling memprihatinkan, dampak negatif dari media sosial juga ternyata berdampak pada kasus bunuh diri. Menurut Frances Dalomba LICSW 2020, fenomena ini disebabkan oleh FOMO (Fear of Missing Out) yang artinya sebuah fenomena tidak mau ketinggalan dan haus mengikuti trend media sosial. 

Menurut Foundation for Socide Prevention, bunuh diri menjadi salah satu penyebab utama kematian anak-anak di bawah usia 14 tahun. Mayoritas mereka meninggal akibat gantung diri. Tingkat bunuh diri terjadi antara usia 10 tahun hingga 14 tahun dan telah tumbuh lebih dari 50 persen selama tiga dekade terakhir. Menurut Foundation for Socide Prevention, tingkat bunuh diri diantara anak-anak berusia 10 dan 14 tahun sangat rendah tetapi merangkak naik. ***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama