![]() |
| Aspek psikologi perilaku boros |
Menghabiskan uang merupakan suatu hal yang menyenangkan bagi kebanyakan orang. Tetapi apabila tidak waspada, pengeluarkan bisa menjadi tidak terkontrol dan menyebabkan perilaku boros. Apabila sudah terlanjur terjebak pada perilaku boros, bukannya mendapakan kesenangan tetapi malah menimbulkan emosi negatif.
Penyebab Perilaku Boros
Sebagian dari perilaku boros manusia merupakan hasil dari pembelajaran di keluarga (Stieg, 2020). Namun, seiring berjalannya waktu, seseorang akan belajar tentang cara berhemat jika keadaan ekonominya menuntutnya demikian.
Boros tidaknya seseorang berkaitan dengan kemampuan mengontrol emosi. Setiap keputusan yang berkaitan dengan uang selalu melibatkan emosi (Ravishankar, 2021). Emosi yang timbul ini bisa berupa emosi positif ataupun negatif.
Rasa bahagia bisa muncul saat memikirkan membeli barang yang kita sukai. Namun, rasa marah, sedih atau kecewa juga bisa muncul apabila kita terlanjur membeli barang yang tidak penting dan membuang uang secara percuma.
Jenis emosi yang timbul, seperti dikutip dari penelitian Carter (2014), ada dua jenis emosi yang muncul saat seseorang mau membelanjakan uangnya. Jenis emosi tersebut yaitu anticipatory emotion dan anticipated emotion.
Anticipatory emotion adalah emosi yang dirasakan apabila kita sedang memikirkan atau berniat membeli suatu barang. Contohnya, semakin tertarik untuk membeli suatu produk saat iklan produk tersebut terus muncul di beranda media sosoial kita.
Sedangkan yang di maksud anticipated emotion adalah emosi yang diprediksi ketika kita menjadi pemilik dari suatu barang yang kita beli. Contohnya, ketika membayangkan mengenai baju baru, kita merasa lebih percaya diri dan anggun. Walaupun kita hanya membayangkan. ***
