![]() |
| ilustrasi/pixabay.com |
Resolusi PBB melarang Korea Utara menggunakan segala jenis rudal balistik. Namun, Korut malah melakukan aksinya kembali dengan meluncurkan rudal balistik uji coba ke wilayah Jepang.
Korea Utara meluncurkan rudal balistik ke area wilayah Jepang pada Selasa, 04 Oktober 2022, kemarin.
Rudal itu terbang melintasi Jepang dan mendarat di Samudra Pasifik sekitar 3000 kilometer jauhnya dari kepulauan itu.
Pihak berwenang Jepang dan Korea Selatan mengungkapkan rudal itu menempuh jarak sekitar 4.500 kilometer dan mencapai kecepatan Mach 17.
Peluncuran rudal balistik itu diketahui hanya uji coba, namun pejabat Jepang khsusnya Hokkaido dan Aomori mendesak warganya untuk mencari tempat perlindungan.
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengutuk keras atas aksi tersebut. Kishida menyebut rudal balistik yang diyakini melewati negaranya merupakan bentuk tindakan kekerasan.
Kishida juga mengatakan bahwa peluncuran rudal itu "barbar", meskipun sejauh ini tidak ada kerusakan atau cedera yang dilaporkan.
"Sebuah rudal balistik diyakini telah melewati negara kami dan jatuh di Samudra Pasifik. Ini adalah tindakan kekerasan menyusul peluncuran rudal balistik baru-baru ini. Kami mengutuk keras ini," kata Kishida, dikutip dari detik.com.
Aksi Korea Utara itu juga mendapat kecaman dari sejumlah negara lainnya khususnya Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Dikatakan oleh Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol, dirinya mengutuk keras "provokasi sembrono" yang dilakukan Korea Utara tersebut.
Sementara itu Daniel Kritenbrink, Diplomat tinggi Amerika Serikat untuk Asia Timur, mengatakan insiden itu sangat disayangkan dan menyerukan dialog.
Kecurigaan Korut?
Menurut Profesor di Universitas Ewha di Seoul Lief-Eric Easly, pada Agustus lalu, Amerika Serikat dan Korea Selatan memulai latihan militer bersama skala besar.
Kore Utara memandang latihan-latihan tersebut sebagai latihan invasi, namun Seoul dan Washington mempertahankan bahwa mereka bersifat defensif. ***
