Iklan

 

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/dok.pribadi

"Imperium,", "bintang sembilan" demikian jargon yang sering digunakan dalam setiap kegiatan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). 

Sebuah kalimat yang dapat membangkitkan semangat para kader PMII. Meskipun kadang kita sendiri tidak tahu makna sebenarnya, apa itu imperium? 

Imperium berasal dari bahasa Latin, yakni imperium, yang berarti perintah. Kata ini kemudian berubah menjadi hak memerintah atau kekuasaan memerintah. 

Adapun yang dimaksud dengan bintang sembilan dalam jargon tersebut adalah jumlah bintang dalam logo PMII. Empat mazhab, Nabi Muhamad, dan para sahabat. Jika dijumlahkan ada 9, yang artinya sembilan Wali Songo.

Ada banyak pengertian tentang imperialisme, namun hakikatnya tetap sama bahwa imperialisme berkaitan dengan kekuasaan, atau pemerintahan.

Di era modern seperti sekarang ini, istilah imperialisme sudah tidak dipakai lagi dalam penyebutan kekuasaan, karen kita sudah berada di era demokrasi, sedangkan imperium pemerintahan dibawah seorang kaisar atau raja.

Imperialisme dalam Perspektif Sejarah

Istilah imperium mula-mula dipakai di tanah Inggris, pada kurun waktu antara 1870 dan 1885. Imperialisme pada waktu itu berarti suatu usaha untuk memperoleh hubungan yang lebih erat antara bagian-bagian kerajaan Inggris dengan negeri Induk. 

Menurut Dr. Bartstra imperialisme adalah usaha untuk mempererat kembali perhubungan antara daerah-daerah jajahan Inggris dengan negeri induk, baik dengan mengadakan hubungan kuktural, persatuan bea, maupun dengan mengadakan perjanjian-perjanjian politik dan militer. 

Pengertian imperialisme sebenarnya telah ada sejak zaman Kuno. Kita menyebutnya imperium Mesir, Babylonia, Parsi, Roma dengan penguasa-penguasanya seperti Tutmosis III, Nebukadnezar, Cyrus, Darius, Caesar, dan sebagainya. 

Meskipun, imperialisme yang dilakukan antara Nebukadnezar, Iskandar Agung, dan Caesar terdapat perbedaan, namun pada mereka terdapat kecenderungan untuk melakukan ekspansi dengan tujuan mendirikan negara besar.

Pada zaman modern, kira-kira sejak dua puluh tahun menjelang berakhirnya abad ke-19, imperialisme masih tetap bertakhta dan disebut imperialisme modern. Pada dasarnya baik imperialisme modern maupun imperialisme tua itu sama saja, sama-sama keinginan untuk mempertahankan dan menklukan kekuasaan lain.

"Imperialisme itu tidak hanya terdapat pada masa sesudah kira-kira 1880, melainkan sepanjang masa, timbul karena nafsu untuk mempertahankan diri, kemudian karena nafsu ingin menaklukan dan menguasai," demikian kata Bartstra yang dikutipnya dari Ernest Baron de Selliere.

Imperialisme dapat pula diartikan sebagai tujuan politik yang bertujuan untuk menciptakan, mengatur, dan mempertahankan suatu imperium, suatu negara dengan batas yang amat luas, yang terdiri atas kumpulan dan berbagai macam kesatuan nasional dan diatur oleh suatu pemerintah pusat. 

Contohnya, tindakan Iskandar Agung yang bertujuan metealisasikan gagasan-gagasannya mengenai pembentukan suatu imperium yang didirikan diatas dua tiang Yunani dan Parsi dan diperintah oleh seorang raja yang dapat diterima oleh seluruh penduduk yang dikuasainya. 

Imperialisme berarti pula suatu politik yang berusaha menjamin keselamatan negerinya dengan cara memiliki batas-batas alam, pelabuhan-pelabuhan bebas dan menguasai negeri-negeri sekitarnya untuk dijadikan vasal-vasalnya. Imperialisme semacam ini disebut imperialisme kontinental.

Disamping imperialisme kontinental, ada pula yang yang disebut imperialisme kolonial. Imperialisme kolonial ini sebetulnya telah mulai dirintis pada zaman perang salib. Kemudian setelah ditemukannya benua-benua baru pada abad ke-16, imperialisme kolonial tersebut makin berkembang dan terlebih lagi pada abad berikutnya. 

Sementara itu teori ekonomi memandang berbeda memgenai imperialisme. Menurut J. A. Hobson, wakil dari aliran liberal, imperialisme adalah akibat dari sistem perekonomian yang buruk. 

Peraturan distribusi ekonomi yang tidak sehat itu dibuktikan dengan adanya keinginan yang sangat besar dari para produsen untuk menjual barang-barangnya dibandingkan dengan semangat beli para konsumen. 

Oleh karena itu, harus diusahakan pasaran yang cukup luas untuk menampung barang-barang hasil produksi tersebut. Jika pasaran cukup, imperialisme tidak penting. Hal semacam ini pernah dialami oleh Inggris sebelum tahun 1870. 

Pada masa itu Inggris belum membutuhkan imperialisme dalam arti umum, karena negeri tersebut memegang monopoli dalam hal pasaran dunia. Dengan kata lain maka imperialisme itu adalah suatu keharusan yang sangat diperlukan. 

Menfsir Makna Imperialisme Ala PMII

PMII adalah organisasi mahasiswa artinya PMII merupakan organisasi kaderisasi, maka semakin banyak anggota PMII maka semakin baik untuk menciptakan eksistensi organisasi. Maka dari itu diperlukan adanya strategi pengembangan PMII ke kampus lain. 

PMII harus bisa menembus kampus yang belum tersentuh, untuk mendirikan Rayon bahkan komisariat. Imperialise ala PMII artinya PMII adalah negara dalam perpsektif lain, yang memiliki cita-cita dan tujuan yang lebih luas bukan sekedar organisasi bagi mahasiswa. 

Setelah mahasiswa lulus nanti dengan beragam jurusannya masing-masing dan dengan sumber daya manusianya yang mumpuni, maka PMII bisa menjadi imperium besar. Imperium yang membawa kearah tujuan dan cita-cita dari kehidupan mahasiswa kepada kehidupan masyarakat dan membangun kehidupan bernegara.***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama