![]() |
| Sejarah Peradaban Banga Sumeria di Mesopotamia/sumber foto: pixabay.com |
Bangsa Sumeria merupakan salah satu bangsa yang mendiami lembah sungai Mesopotamia. Sedangkan Mesopotamia sendiri merupakan peradaban tertua di dunia yang sekarang dikenal sebagai Republik Irak. Selain bangsa Sumeria, juga terdapat bangsa lainnya yaitu bangsa Babilonia, Akkadia, dan Assyiria.
Mesopotamia diartikan sebagai suatu wilayah yang terletak diantara dua sungai yaitu Sungai Eufrat dan Sungai Tigris. Kedua sungai ini berasal dari pegunungan Armenia di Turki, mengalir ke arah tenggara menuju Teluk Persia.
Wilayah Mesopotamia disebut sebagai "the fertille crescent moon" yang artinya daerah bulan sabit subur. Bagian Barat Mesopotamia dibatasi oleh Padang Pasir Syria dan di bagian timur dibatasi oleh Pegunungan Zagros.
Peradaban Bangsa Sumeria di Mesopotamia
Topologi wilayah Mesopotamia yang berada di lembah sungai membuat kawasan ini menjadi subur dan menjadi rebutan bagi peradaban disekitarnya.
Menurut catatan sejarah, bangsa yang pertama kali menempati Mesopotamia adalah bangsa Sumeria, sebelum bangsa Akkadia, Assyiria dan sebelum Babylonia. Bangsa Sumeria lah kemungkinan yang menciptakan kebudayaan irigasi.
Bangsa Sumeria diperkirakan sudah ada sejak sekitar 3000 SM, dan pusat kekuasaannya atau ibu kotanya diketemukan di kota Lagas (sekarang kota itu dinamakan Ur).
Nenek moyang bangsa Sumeria telah berhasil menjawab tantangan alam, dengan cara mengubah lembah sungai Eufrat dan Tigris dari rawa dan hutan belukar menjadi daerah pertanian yang subur.
Bentuk pemerintahannya adalah kerajaan, dengan rajanya bergelar Patesi dan berkuasa secara mutlak, sehingga merangkap sebagai kepala agama, kepala militer, sekaligus memegang kekuasaan ekonomi.
Sedangkan, sistem kepercayaan bangsa Sumeria, termasuk politeisme, dengan menyembah banyak dewa yang menggambarkan kekuatan alam.
Menurut Miftahudin (2008) orang Sumeria sama seperti Mesir Kuno yang percaya akan eksistensi akherat. Saat mati mereka singgah dineraka suram tanpa pembebasan.
Dalam budaya tulis, bangsa Sumeria sudah mengenal huruf yang disebut Paku (Cuneiform) pada 3200 SM. Huruf Cuneiform terdiri dari 550 karakter, dan pernah digunakan secara luas di Timur Tengah selama ratusan tahun yang lalu.
Selain itu, Bangsa Sumeria juga mengenal almanak, ilmu astronomi untuk menghitung waktu, sistem penomoran, dan pembagian waktu (seperti sekarang) lingkaran 360, dasar aljabar dan geometri.
Setelah sekitar lima abad mengalami perebutan kekuasaan, kerajaan Sumeria mengalami kehancuran atas serangan Akkadia di bawah Raja Sargon pada 2500 SM.
Peninggalan karya sasatra Sumeria berupa cerita The Epic of Gilgamesh, yang menceritakan pahlawan mencari keabadian hidup dan bertemu dengan satu orang yang selamat dari abnjir yang merusak seluruh dunia (Miftahudin, 2008).***
