Iklan

 

Tiga jenis gaya belajar siswa yaitu visual, auditori, dan kinestetik/pixabay.com 

Belajar dan pembelajaran merupakan dua hal yang penting dalam pendidikan. Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa (peserta didik) dengan guru (pendidik) dan sumber belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan guru agar dapat terjadi proses perolehan ilmu pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada siswa. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu siswa agar dapat belajar dengan baik. 

Menurut Gagne (1977) pembelajaran adalah seperangkat peristiwa -peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung beberapa proses belajar yang bersifat internal. Gagne (1985) juga mengatakan bahwa pembelajaran dimaksudkan untuk menghasilkan belajar, situasi eksternal harus dirancang sedemikian rupa untuk mengaktifkan, mendukung, dan mempertahankan proses internal yang terdapat dalam setiap peristiwa belajar (unida.ac.id).

Pada kurikulm merdeka, guru bisa mengenali masing-masing gaya belajar siswa dan mengetahui bagaimana ciri-cirinya. Hal ini penting agar proses kegiatan belajar bisa berjalan dengan lancar, dan materi belajar yang disampaikan kepada mereka bisa dipahami. Jenis-jenis gaya belajar pada siswa tersebut ada tiga yaitu gaya belajar visual, gaya belajar auditori, dan gaya belajar kinestetik. 

  • Gaya Belajar Visual
Gaya belajar visual

Saya yakin guru-guru sudah tidak asing lagi dengan gaya belajar jenis ini. Bagi murid yang bergaya belajar visual, peranan pentingnya adalah mata atau penglihatan (visual). Dalam hal ini, metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak atau lebih difokuskan pada peragaan atau media. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka untuk memahami materi pelajaran. 

Siswa yang memiliki jenis gaya belajar seperti ini, cenderung untuk duduk didepan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. 

Ciri-Ciri Siswa Visual:

  1. Rapi dan teratur 
  2. Bicara agak cepat
  3. Mementingkan penampilan dalam berpakaian 
  4. Tidak mudah terganggu oleh keributan 
  5. Mengingat yang dilihat dari pada yang didengar
  6. Lebih suka membaca daripada dibacakan
  7. Pembaca cepat dan tekun 
  8. Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata 
  9. Lebih suka melakukan demonstrasi daripada pidato
  10. Lebih suka musik dari pada seni
  11. Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat ya atau tidak
  12. Kadang-kadang kehilangan konsentrasi ketika ingin memperhatikan 
Teknis untuk mempermudah proses belajar murid visual:
  1. Gunakan materi visual seperti gambar-gambar, diagram dan peta
  2. Gunakan warna untuk menunjukan hal-hal penting 
  3. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi
  4. Gunakan multimedia seperti komputer dan video
  5. Ajak anak untuk mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.
  • Gaya Belajar Auditori
Belajar gaya auditori/pixabay.com 

Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga (alat pendengarannya). Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone (bunyi) suara, tinggi rendahnya, kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. 

Informasi tertulis kadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori. Anak-anak seperti ini biasanya dapat menghapal lebih cepat dengan membaca teks dengan suara keras atau dengan cara mendengarkan compac disc.

Ciri-Ciri Siswa Auditori adalah:
  1. Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri
  2. Berpenampilan rapi
  3. Mudah terganggu oleh keributan 
  4. Mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat 
  5. Senang membaca dengan keras dan mendengarkan 
  6. Menggerakan bibir mereka ketika membaca 
  7. Pembicara yang fasih 
  8. Lebih suka bercanda lisan daripadad membaca komik
  9. Berbicara dalam irama berpola
  10. Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
  11. Suka berbicara, berdiskusi dan menjelaskan sesuatu panajang lebar
  12. Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visualisaasi, seperti menggambar ruang atau bentuk tiga dimensi, atau memotong-motong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain.
Teknis untuk mempermudah proses belajar siswa auditori:
  1. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di kelas maupun diluar kelas
  2. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras
  3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak
  4. Diskusikan ide dengan anak secara verbal
  5. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur. 
  • Gaya belajar kinestetik (belajar dengan cara bergerak)
Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajarnya melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan bereksplorasi sangatlah kuat. 

Ciri-Ciri siswa kinestetik adalah:
  1. Berbicara perlahan
  2. Penampilan rapi
  3. Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan 
  4. Belajar melalui praktek
  5. Banyak menggunakan isyarat tubuh
  6. Tidak dapat duduk diam untuk waktu yang lama
  7. Ingin melakukan segala sesuatu
  8. Menghapal dengan cara berjalan dan melihat
  9. Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
  10. Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
  11. Menyukai buku-buku dan menggerakan tubuh saat membaca
  12. Menyukai permainan yang menyibukan 
  13. Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada ditempat itu
  14. Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian dengan menggunakan kata-kata yang mengandung aksi.
Teknis untuk mempermudah proses belajar murid kinestetik:
  1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam
  2. Ajak anak belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya, seperti menggunakan objek sesungguhnya untuk belajar konsep baru.
  3. Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar
  4. Gunakan warna terang untuk menunjukan hal-hal penting dalam praktek bacaan.
  5. Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan audio.
Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda.***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama