Iklan

 

Foto anak-anak sedang memainkan permainan tradisional 'Jot Enjotan' di pohon Jambu batu/sumber:facebook.com

Ada satu permainan tradisional unik di Lebak yang jarang diketahui orang. Permainan tradisional ini pernah saya mainkan semasa saya kecil dulu. Saya tidak tau percis apa nama permainan ini, yang pasti saya mengenalnya dengan permainan "Jot Enjotan,".

Didengar dari namanya permainan yang satu ini memang unik, sebuah nama yang merujuk pada kutipan lirik lagunya pada saat permainan tersebut dilakukan. Permainan ini diwariskan dari orang tua zaman dulu. Orang tua dulu saat kecil, katanya sering memainkan permainan ini. 

Nama "Jot Enjotan" sendiri diambil dari lirik lagu pada saat permainan dimainkan. Permainan "Jot Enjotan" dimainkan dengan cara duduk diatas pohon yang kuat dan liat, misal pohon jambu, yang permainannya dimainkan oleh dua atau tiga orang. Si batang kayu Jambu tadi ditarik kebawah kemudian dilepaskan, hingga mengayun keatas. 

Sebetulnya permainan ini bisa jadi berbahaya kalau tidak tau cara memainkannya. Maka dari itu pertama-tama kita harus berpegangan erat dengan tangkal atau dahan kayu yang kita tunggangi agar tidak terpental. Setelah itu, salah satu pemain secara bergantian menariknya kebawah hingga mental ke atas. 

Permainan ini sangat seru apalagi dimainkan oleh banyak orang sambil menyanyikan lagunya. Nah, lirik dari lagu inilah yang sebetulnya unik karena bisa menciptakan keseruan sembari tertawa meskipun sedikit ngeri. Nah, berikut ini lirik lagu yang dinyanyikan pada saat permainan itu berlangsung. 

"Jot enjotan, gulali jambu mede, ma kolot datang suguhan tai embe, tata embu lele, tata embu lele, tata embu lele," 

Lagu ini dinyanyikan secara berulang-ulang, namun tidak seperti permainan tradisional lainnya yang mengenal kere (mati), permainan ini lebih menciptakan keseruan, kerja sama kelompok secara bergantian, bahkan hingga salah satu dari mereka ada yang terjatuh ke tanah dan menangis. 

Begitulah, permainan anak zaman dulu, meskipun sedikit berisiko tapi sangat menyenangkan. Anak yang jatuh menangis karena terpental tadi kemudian naik lagi, tapi ada pula yang kapok, memilih berhenti dan hanya menjadi penonton. 

Bentuk permainan ini sederhana, seperti terlihat jelas pada gambar diatas. Foto di atas memperlihatkan anak-anak naik diatas jambu batu, kemudian satu orang menariknya ke bawah dan melepaskannya hingga anak-anak yang berada di atas pohon jambu tersebut terpental. 

2 Komentar

Blog Guru Supadilah mengatakan…
memori masa kecil, indah. sekarang mah nostalgia aja. Hehe
Ambuguru mengatakan…
Luar biasa ya, anak2 zaman dulu. Kalau sekarang ngeri juga. Krn anak2 lebih usil..
Lebih baru Lebih lama