![]() |
| Pangan murah di Lebak bikin kecewa. |
Rakyat Lebak, gembira saat mendengar pemerintah akan menggelar pangan murah yang harganya dibawah harga pasaran.
Namun, dikira warga benar, ternyata faktanya sangat mengecewakan. "Harganya gak jauh beda," ujar salah satu warga yang datang ke lokasi.
Betapa tidak, harga pangan yang disebut-sebut murah, dengan didukung oleh instansi pemerimtah dan sejumlah lembaga daerah, faktanya membuat kecewa.
"Gerakan Pangan Murah, Sinergi Bersama untuk Sukseskan untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan" tulis pamflet itu yang sudah tersebar ke grup Wa.
Gerakan pangan murah digelar oleh pemerintah Kabupaten Lebak berlokasi di Gor Ona Rangkasbitung, pada Senin, 26 Juni 2023.
Gerakan pangan tersebut digelar bertujuan untuk stabilisasi pasokan harga pangan menjelang idul adha.
Saat ini di pasaran harga pangan terutama minyak, beras, telor, daging, gula, terigu dan lain sebagainya memang sedang mahal.
Nah, maka dari itu pemerintah kabupaten lebak melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar gerakan pangan murah.
Terlihat juga dalam pamflet tersebut, Gerakan pangan murah ini disponsori oleh Badan Pangan Nasional, Bank BJB, Bulog dan Id food.
Informasi harga pangan murah ini pun langsung tersebar ke media sosial hingga grup Wa. Tentu saja bagi ibu-ibu pangan murah sangat dinanti-nanti.
Banyak warga yang datang ke lokasi untuk membeli pangan murah seperti di pamflet tersebut. Tapi setelah mereka datang ternyata pangan murah faktanya bikin kecewa.
Ya, setelah mereka datang ke lokasi pangan yang katanya murah tersebut tidak ada bedanya dengan harga dipasaran.
Harga minyak sayur 900 ml, sebesar 14.000 rupiah, dan di pasaran pun harganya demikain. Kemudian harga beras juga tidak ada bedanya dengan di pasaran 9000/kg untuk beras bagus.
Warga pun kecewa saat melihat fakta bahwa pangan murah itu harganya tidak jauh beda dengan yang ada di pasaran.
Alih-alih bisa mendapatkan pangan murah, akhirnya mereka harus mengeluarkan double uang bensin.
Apalagi warga yang jaraknya jauh, pasti sangat merasa tertipu dengan program tersebut yang katanya murah.
Ditengah situasi sulit seperti ini tentu saja, harapannya bisa mendapatkan harga pangan yang murah.
Tapi, melihat faktanya warga hanya bisa berharap kedepan tidak ada kebohongan yang seperti ini lagi.
"Semoga pemerintah benar-benar menggelar pangan dengan harga murah, bukan malah seperti ini," imbuh warga.
