Iklan

Imam Syafii dan ilmu falak

Sebelumnya kita telah membahas tentang ilmu firasat Imam Syafii. Selanjutnya, pada artikel ini kita akan membahas tentang ilmu falak yang dimiliki Imam Syafii. 

Imam Syafii menyukai ilmu falak sejak ia masih kecil. Saat Imam Syafii masih kecil ia selalu memperhatikan bintang-bintang, mempelajari ilmu falak. 

"Aku mendengar bapaku berkata, saat Syafii kecil ia selalu memperhatikan bintang-bintang (mempelajari ilmu falaq)," demikian kata cucu Syafii, Ahmad ibn Muhamad. 

Ketajaman pendangan Syafii tentang ilmu falak, terlihat pada saat ia meramalkan seorang wanita hamil. Syafii meramalkan akan terjadi sesuatu terhadap wanita hamil tersebut, isteri dari temannya. 

Tapi sebelum kita membahas bagaimana ramalan Syafii tentang wanita hamil tersebut, kita perlu mengetahui apa itu ilmu falak,? Bagaimana hukumnya.? 

Makna Ilmu Falak dan Hukumnya dalam Islam

Jika kita ketikan di google pemcarian apa itu ilmu falak, maka akan muncul pengertian dan hukum ilmu falak dalam Islam. Ilmu falak atau falakiyah bisa disebut ilmu hisab atau ilmu perbintangan.

Ilmu falak adalah ilmu yang mempelajari benda-benda langit seperti matahari, bulan, dan bumi untuk mengetahui posisi dan kedudukan benda langit yang satu dengan benda langit lainnya.

Diriwayatkan dari al-Rabi ibn Sulaiman, syafii berkata yang dikutipnya dari firman Allah dalam al-Qur'an,

"Allah berfirman, dialah yang menjadikan bintang-bintang bagi kalian agar kalian menjadikannya sebagai petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran kami kepada orang-orang yang mengetahui," (Q.S. al-An-am, ayat 16). 

Allah juga berfirman, "Dia ciptakan tanda-tanda (petunjuk jalan) dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk," (Q.S al-Nahl:16).

Jadi sangat jelas bahwa ilmu perbintangan atau ilmu falak itu ada dalam al-Qur'an. Maka ketika kita datang kepada seseorang kemudian orang tersebut meramalkan diri kita, bisa jadi ia memiliki ilmu ini.

Jadi memgenai ramalan-ramalan yang sering kita dengar memang benar adanya. Tidak mesti kita mengatakan tahayul, hal itu memang ada, hanya saja hanya orang-orang tertentu yang memiliki ilmu ini.

Lalu apa fungsinya ilmu falak ini,? Tentu saja banyak, bahkan saking pentingnya, memiliki ilmu falak adalah wajib kifayah, yaitu harus ada beberapa orang yang memiliki ilmu tersebut. 

Mempelajari ilmu falak itu wajib bahkan diperintahkan untuk mempelajarinya, karena ilmu falak mencakup pengetahuan tentang kiblat dan hal-hal yang berhubungan dengan penanggalan, misalnya puasa. 

Imam Syafii berkata, "manusia dituntut berijtihad mencari arah Masjdil harom, melalui petunjuk dan tanda-tanda tersebut,".

Ibnu Umar Roiallahuanhu pernah berkata, "Bila di rumahku ada seseorang yang tidak mengetahui manzilah bulan, aku tidak biarkan dia tinggal di rumahku,". 

Pernyataan ini menunjukan betapa pentingnya mempelajari ilmu falak dalam kehidupan sehari-hari. Adapun ilmu falak dihukumi haram jika tujuannya untuk mengetahui perkara-perkara ghaib, dengan menyatakan akan terjadi peristiwa tertentu (ramalan nasih) dengan dalil ilmu tersebut. Intinya digunakan untuk hal-hal yang tidak baik, itu haram.

Ramalan Imam Syafii tentang Wanita Hamil

Dikisahkan pernah suatu ketika Imam Syafii meramalkan seorang wanita hamil. Syafii meramalkan isteri temannya dan berkata, 

"Dua puluh tujuh hari lagi dia akan melahirkan seorang anak yang dipaha kirinya ada tanda hitam. Anak tersebut akan hidup selama 24 hari, kemudian meningbal dunia,".

Ternyata apa yang diprediksikan Imam Syafii terjadi. Setelah 24 hari, anak itu meninggal. Akibatnya Syafii membakar buku-buku ilmu falak dan perbintangan tersebut. Ia tidak mau lagi mempelajarinya.

Syafii mempelajari ilmu nujum. Ia selalu memperhatikan bintang-bintang. Setiap apa yang dilihatnya, ia langsung menghafal dan emahaminya. Setelah itu Syafii berhenti menekuninya dan membakar semua buku-bukunya. 

Syafii melantunkan Syair yang mengecam para ahli nujum;

"Sampaikan pesanku pada para ahli nujum.

Bahwa aku menyaksikan apa yang diputuskan bintang-bintang .

Mereka menyangka tahu apa yang telah dan akan terjadi.

Padahal putusan Tuhan Yang Maha Kuasa itulah yang pasti terjadi,".

Pesan yang pelu kita maknai bahwa yang dinamakan hitam dan putih bukan tentang ilmunya tetapi penggunaan ilmu tersebut. Selain itu, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, semua serba mungkin, untuk itu kita harus terus meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Demikian semoga bermanfaat....

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama