Iklan

Asal-usul nama-nama kereta api di Indonesia/tangkap layar akun Instagram @bumimerah.id

Pada hari ini, Rabu 28 September 2022 kita memperingati Hari Kereta Api Indonesia. Kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang sering digunakan oleh masyarakat, baik untuk bepergian jarak dekat ataupun lintas kota. Kereta Api menjadi salah satu transportasi yang dianggap paling cepat jika berpergian. 

Sejarah perkretaapian Indonesia dimulai ketika pencangkulan pertama jalur kereta api Semarang vorestenlanden (Solo-Yogyakarta) di Desa Kemijen oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Mr. L. A. J Baron Sloet van de Beele tanggal 17 Juni 1864. Pembangunan dilaksanakan oleh perusahaan swasta Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). 

Pembangunan rel kereta api pada masa kolonial Belanda, dibangun di seluruh wilayah Indonesia. Mengutip laman heritage.kai.id, selain di Jawa, pembangunan jalur kereta api dilaksanakan di Aceh (1876), Sumatera Utara (1889), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan (1914), dan Sulawesi (1922). 

Mengutip detik.com, berdasarkan perjanjian damai Konferensi Meja Bundar (KMB) Desember 1949 dilakukan pengambilan aset-aset milik pemerintah Hindia Belanda. Pengalihan tersebut DKARI dan SS/VS menjadi Djawatan Kereta Api (DKA) tahun 1950. 

Pada tahun 1998 Kereta Api Indonesia resmi dikenal sebagai PT Kereta Api Indonesia (Persero). Nama tersebut masih dipakai hingga saat perayaan Hari Kereta Api Indonesia dari tahun ke tahun. KAI memiliki tujuh anak perusahaan yaitu KAI Service, KAI Bandara, KAI Commuter, KAI Wisata, KAI Logistik, KAI Properti, dan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia. 

Sejak adanya perkeretaapian, di Indonesia terdapat asal-usul nama-nama Kereta Api Indonesia (KAI) dengan beragam asal-usul. Mengutip laman bumimerah.id, kereta api Indonesia terdiri atas KA Kertajaya, KA Gajayana, KA Sri Tanjung, KA Kahuripan, dan KA Tawang Alun.

KA Kertajaya

Kereta dengan tujuan Surabaya-Jakarta ini berasal dari seorang nama raja terakhir di Kerajaan Kediri yang pada saat itu memerintah sejak tahun 1194-1222. Raja ini berkuasa pada tahun 1194 M – 1222 M. Di masa raja Kertajaya, Kediri jatuh karena serangan kerajaan Tumapel atau Singashari. 

KA Gajayana

Kereta ini pertama kali beroperasi sejak tahun 1999 ini diambil dari seorang raja Kerajaan Kanjuruhan. Kanjuruhan adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu di Jawa Timur, yang pusatnya berada di dekat Kota Malang sekarang. Kanjuruhan diduga telah berdiri pada abad ke-8 Masehi. Bukti tertulis mengenai kerajaan ini adalah Prasasti Dinoyo. dan rajanya yang terkenal adalah Gajayana.

KA Sri Tanjung

Sri Tanjung merupakan cerita rakyat Bnayuwangi yang menceritakan kesetiaan seorang isteri kepada suaminya meskipun ia sering dilanda fitnah. Mengutip laman phinemo.com, asal-usul munculnya kisah Sri Tanjung tidak diketahui pasti. Namun dapat dipastikan latarnya mengambil tempat di Banyuwangi, Jawa Timur. 

Para ahli berpendapat bahwa kisahnya berasal dari masa Majapahit pada abad ke-14 M. Pendapat ini didukung oleh berbagai temuan arkeologi dalam bas-relief yang terukir pada pendapa teras Candi Penataran, dinding Gapura Bajang Ratu, Candi Surawana, dan Candi Jabung.

KA Kahuripan

Nama Kahuripan berasal dari kota kuno yang pernah menjadi pusat pemerintahan dari Kerajaan Jenggala yang dipimpin oleh Airlangga. Kerajaan Kahuripan merupakan salah satu kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Jawa Timur yang berkuasa pada abad ke-11.

Mengutip kompas.com, kerajaan ini didirikan oleh Prabu Airlangga pada 1019, sebagai kelanjutan dari Kerajaan Mataram Kuno periode Jawa Timur (Kerajaan Medang).

KA Tawang Alun

KA Tawang diambil dari nama seorang raja dari Kerajaan Blambangan yang konon merupakan cikal bakal dari Banyuwangi. Raja Blambangan bernama Santa Guna yang berhasil merebut Panarukan dan memperkuat kembali kerajaannya pada tahun 1572. Selama masa kekuasaan Santa Guna, Blambangan mendapat kunjungan delegasi Portugis, yang berhasil mengajak beberapa keluarga kerajaan masuk Katolik.***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama