![]() |
| Ilustrasi/foto: indonesiadalamsejarah.blogspot.com |
Salah satu materi kuliah sejarah atau pendidikan sejarah di kampus adalah tentang sejarah kolonialisme. Kolonialisme erat kaitannya dengan perkembangannya ilmu pengetahuan di Eropa pada masa Renaissance, merkantilisme, Revolusi Industri dan Revolusi Prancis.
Akhir abad k-15 Masehi ditandai oleh fenomena penjelajahan bangsa Barat (Eropa) mencari daerah baru di dunia timur. Penjelajahan Samudra pada masa tersebut, dirintis oleh para penjelajah Spanyol dan Portugis, kemudian disusul bangsa Inggris, Prancis, Belanda dan lain-lain. Proses tersebut, menjadi awal masa kolonialisme dan imperialisme Barat di dunia timur.
Penjelajahan Samudra dilatarbelakangi oleh berbagai hal, diantaranya adalah sebagai berikut;
- Keinginan untuk mencari pusat rempah-rempah (space island)
- Jatuhnya kota Konstantinopel ke tangan bangsa Turki Ustmani (1453). Sejak itu, kota yang menjadi pasar utama rempah-rempah dari Indonesia, tertutup bagi para pedagang Eropa. Karena itu, para pedagang Eropa berusaha mencari jalan menuju ke Timur untuk memperoleh rempah-rempah dari pusatnya dengan harga murah.
- Kemajuan pengetahuan geografi, ilmu perbintangan (astronomi), penemuan kompas, mesin, dan teknik pelayaran yang lebih baik.
- Munculnya ajaran Covernicus (awal abad XVI), ahli georafi dan astronomi Polandia yang menyatakan bahwa bumi berbentuk bulat seperti bola. Pemikirannya itu memberikan inspirasi bagi para pelaut Eropa untuk menjelajah Samudra dan menemukan dunia baru.
- Kisah perjalanan Marcopolo (pedagang Italia) tentang perjalanannya ke Cina melalui jalan darat dan kembali lewat jalur laut (1271-1292). Kisah perjalannya yang dibukukan dalam imago mundi (citra dunia) dan III Milionare (sejuta keajaiban), turut mendorong para pelaut Eropa untuk mengunjungi dunia Timur.
- Lahirnya semboyan Gold, Glory dan Gospel (3G) menjadi faktor pendorong utama penjelajahan Samudra. Gold artinya pencarian kekayaan, Glory artinya pencarian kejayaan atau kekuasaan, dan Gospel artinya penyebaran agama nasrani. ***
.jpg)