Iklan

Sjam Kamaruzzaman/sumber foto: tangkap layar akun Instagram @areatigatiga

Setiap bulan September tepatnya pada 30 September seperti sekarang ini yang ramai dibahas adalah seputar G 30 S yang terjadi pada tahun 1965. Sebuah sejarah hitam yang berhasil direkam dalam sejarah bangsa Indonesia, bahkan masih berpengaruh hingga hari ini.

Secara garis besar, mungkin sudah banyak yang membahasnya, dan mungkin kita semua juga sudah sering baca artikel sekilas tentang peristiwa G 30 S. Tapi peristiwa G 30 S hingga saat ini dianggap masih misteri siapa dalang dalam peristiwa tersebut sebenarnya. 

Mengenai peristiwa tersebut, Profesor Salim Said, mengungkapkan ada hal yang lebih misteri dalam peristiwa G 30 S tersebut, selain membincang Soeharto, Soekarno atau pun keterlibatan badan intelijen Amerika Serikat (AS). Salim Said adalah seorang pengamat sekaligus penulis yang telah menelurkan banyak buku bertema film, politik, dan militer.

Salim Said seperti diwawancara oleh Fajar Aditya dalam kanal YouTube @RJL 5-Fajar Aditya, menyebut nama Sjam Kamaruzzaman, yang menurutnya hingga saat ini justeru lebih misteri. Salim Said mengungkapkan kaitannya Kamaruzzaman pada peristiwa G 30 S. 

"Apakah Jendral itu dibunuh oleh DN Aidit, nah saya bilang tidak!. Terbunuhnya Jendral-jendral waktu itu, saya merasa itu lebih merupakan kecelakaan dan kekacauan perencanaan. Tapi itu fatal sekali. Fatal artinya Aidit kan membayar dengan jiwanya juga dan pemimpin-pemimpin komunis dihabisi, Nyoto terbunuh," ujar Salim Said. 

Sementara itu, seperti dikutip suardihistoria.com dikutip dari buku Tempo berjudul "Sjam Lelaki dengan Lima Alias" pada 29 September 2022, nama Kamaruzzaman mulai dikenal saat ia bersaksi dalam pengadilan Sudisman, Sekretaris Jendral partai Komunis Indonesia (PKI) pada Juli 1967.

Sjam adalah kepala Biro Khusus PKI, sebuah badan rahasia yang keberadaannya misterius, setengah dipercaya, setengah tidak. Sjam Kamaruzzaman sudah seperti intel dalam film, keluarga dan lingkungan sekitarnya hanya mengenal dia hanya sebagai seorang pengusaha pemilik perusahaan genting, bengkel, dan batu kapur. 

Tapi sebenarnya, seperti dikatakan Salim Said, Sjam adalah salah satu anggota PKI yang memiliki peran besar. Dia juga ikut merencanakan aksi G30 S. Kata Salim Said. Sjam dieksekusi pada 30 September 1986, namun tidak sedikit yang meyakini bahwa eksekusinya tidak pernah terjadi. Bahkan beberapa pihak seperti salah satunya Salim Said menyebut Sjam adalah agen ganda yang dikaryakan oleh CIA.

CIA (Central Intelligence Agency) atau Badan Intelijen Pusat adalah sebuah badan intelijen pemerintah Federal Amerika Serikat. Banyak pihak menyebut bahwa era kepemimpinan Soekarno sebagai presiden, Indonesia pernah diobok-obok oleh ulah badan ini. 

Mengutip kompas.id CIA masuk dengan berbagai cara dan muslihat yang luar biasa halusnya, sehingga tidak terdeteksi oleh badan-badan intelijen Indonesia ataupun komunitas intelijen Indonesia.***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama