Iklan

 

Kegiatan belajar mengajar Mata Pelajaran PKN/dok.pribadi

Salah satu metode belajar yang bisa kita terapkan dalam pembelajaran adalah metode tanya jawab. Metode tanya jawab adalah suatu cara penyampaian pembelajaran oleh guru dengan jalan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan murid menjawab. 

Metode tanya jawab bisa kita terapkan di semua mapel yang disesuaikan. Metode tanya jawab dimaksudkan untuk meninjau pelajaran yang lalu agar para murid memusatkan lagi perhatiannya tentang sejumlah kemajuan yang telah dicapai sehingga dapat melanjutkan pada pelajaran berikutnya dan untuk merangsang murid. 

Menurut Syifa Siti Mukrimah dalam bukunya berjudul 53 Metode Belajara dan Pembelajaran 2014, penggunaan metode tanya jawab dapat dinilai sebagai metode yang cukup wajar dan tepat, apabila penggunaanya dipergunakan untuk:
  1. Merangsang agar perhatian anak terarah pada suatu bahan pelajaran yang sedang dibicarakan.
  2. Mengarahkan proses berpikir dan pengamatan anak didik.
  3. Meninjau atau melihat penguasaan anak didik terhadap materi/bahan yang telah diajarkan sebagai bahan pertimbangan untuk melanjutkan materi berikutnya.
  4. Melaksanakan ulangan, evaluasi dan memberikan selingan dalam ceramah. 

Pada artikel ini saya akan menjelaskan bagaimana penerapan metode tanya jawab dalam pembelajaran PKN di kelas X dengan tema "Bhineka Tunggal Ika,". Tujuan dari penerapan metode pembelajaran ini adalah sebagai berikut; 

  1. Siswa dapat mengetahui konsep dasar tentang Bhineka Tunggal Ika
  2. Siswa dapat menjelaskan keberagaman dalam binkai Bhineka Tunggal Ika
  3. Siswa dapat menguraikan contoh perilaku dalam keberagaman dalam kehidupan masyarakat.
Langkah-Langkah Pelaksanaan Metode Pembelajaran Tanya Jawab 

Penerapan metode tanya jawab dibagi menjadi beberapa tahap yaitu kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan kegiatan akhir. 

Kegiatan persiapan 

1. Kegiatan pembukaan 
  • Apresiasi dengan mengajuan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan di ajarkan.
  • Menanya
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan inti
  • Mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai materi pelajaran 
  • Menggunakan keterampilan bertanya dasar dan lanjutan seperti memberi acuan, pemusatan, menggillir, memberi waktu berpikir, memberi tuntunan, mengajukan pertanyaan melacak dan sebagainya.
  • Memberikan penguatan pada siswa yang tidak bisa menjawab pertanyaan guru atau siswa yang jawabannya salah atau kurang tepat. 
  • Melemparkan pertanyaan dari siswa kepada siswa lain.
3. Kegiatan akhir
  • Meminta siswa merangkum isi pelajaran yang dilaksanakan
  • Evaluasi
  • Tindak lanjut 
Metode pembelajaran ini memiliki kelemahan dan kelebihan. Kelebihanya metode tanya jawab adalah metode ini dapat menarik minat siswa terhadap pelajaran, mengetahui kualitas siswa, merangsang siswa dan menimbulkan keberanian siswa dalam mengemukakan jawaban. 

Adapun kelemahannya adalah siswa yang tidak aktif, tidak memperhatikan guru terkadang tidak memiliki keterampilan bertanya sehingga tujuan pelajaran tidak tercapai, dapat membuang-buang waktu apabila siswa tidak responsif terhadap pertanyaan. 

Makna Bhineka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika merupakan moto atau semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah “Berbeda-beda tetapi tetap satu,". 

Kata Bhineka merupakan gabungan dari kata bhinna dan ika yang diartikan berbeda-beda, tetapi tetap satu dan kata tunggal ika diartikan bahwa diantara puspa ragam bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. 

Kata "Bhineka Tunggal Ika" tertulis dalam perisai Garuda Pancasila. Maksud dari perisai adalah tameng yang telah dikenal lama dalam kebudayaan dan peradaban asli Indonesia sebagai bagian senjata yang melambangkan perjuangan dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan. 

Konteks awal semboyan Bhineka Tunggal Ika terdapat dalam Kakawin Sutasoma karangan Mpu Tantular. Mpu Tantular mengatakan bahwa tiada kebenaran yang mendua atau "Tan hsns dharma mangrwa". Konteks ini kemudian ditafsirkan secara politik, bahwa meskipun bangsa Indonesia beragam suku, ras, budaya, agama semuanya mengarah pada persatuan nasional. 

Menurut Hildred Geertz, lebih dari 300 suku bangsa mendiami wilayah Indonesia. Sedangkan menurut C. Van Vollenhouven, menyebut 316 suku bangsa. Adapun menurut M.A. Jaspan terdiri atas 366 suku bangsa.  Nah, dalam menyikapi keberagaman tersebut, kita harus memagng teguh semboyan pada Bhineka Tunggal Ika. ***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama