![]() |
| Ilustrasi/pixabay.com |
Bangsa Eropa yang menjadi pelopor penjelajahan Samudra ialah bangsa Portugis dan Spanyol. Kedua bangsa ini bersaing keras untuk menemukan jalan menuju pusat rempah-rempah.
Dalam upaya mencapai misinya, bangsa Portugis berlayar melalui jalur Timur, sedangkan bangsa Spanyol melalui jalur Barat untuk menghindari pertikaian antar mereka.
Hal tersebut merupakan kesepakatan kedua negara yang disepakati dalam Perjanjian Tordesilas. Isi Perjanjian Tordesilas adalah Portugis berlayar ke Timur dan Spanyo ke Barat dari kepulauan Tanjung Verdee yang terletak disebelah barat Afrika.
Terdapat tiga tokoh bangsa Portugis yang menjadi pelopor penjelajahan Samudra yaitu Bartholomeus Diaz, Vasco da Gama, dan Alfonso de Albuquerque.
Bartholomeus Diaz pada tahun 1478 berlayar dari ibu kota Portugis, Lisabon, berlayar menyusuri Pantai Barat Afrika dan tahun 1486 sampai di Tanjung Harapan di Selatan Afrika, kemudian kembali ke Portugis.
Bartolomeu Dias adalah seorang ksatria istana kerajaan, kepala penjaga gudang kerajaan dan ahli berlayar. Ia diperintah Raja Portugal John II pada tanggal 10 Oktober 1486 untuk mencari rute perdagangan baru menuju ke Asia.
Kisah perjalanan dan petualangan Diaz dalam mencari jalur perdagangan yang menghubungkan antara Eropa dan Asia tersebut kemudian diteruskan oleh Vasco da Gama. Vasco da Gama menemukan jalur jalan laut langsung dari Eropa ke Malabar, India dengan melakukan penjelajahan laut mengelilingi Afrika.
Vasco da Gama, tahun 1498 berlayar menyusuri pantai Afrika Timur, lalu dengan bantuan pedagang Muslim armadanya sampai ke Kalikut dan Goa di India. Di tempat inilah, ia mendirikan kantor dagang dan benteng pertahanan, karena armada ini ditugaskan untuk berdagang dan berperang.
Selanjutnya adalah Alfonso de Albequerque. Pada 4 November 1509, Alfonso de Albuquerque resmi dinobatkan sebagai Gubernur Portugis di India yang kedua.
Mengutip kompas.com, setelah menjabat, ia berhasil menaklukkan Goa di India dan bertekad untuk mengalahkan orang Muslim serta memegang kendali atas perdagangan rempah-rempah dunia.
Selanjutnya, tahun 1511, ia berhasil menaklukan Kota Malaka yang merupakan pusat kekuasaan dan perdagangan milik Kesultanan Malaka. Tahun 1512, ekspedisi Portugis berhasil sampai di Maluku yang diketahui sebagai pusat penghasil rempah-rempah di Nusantara. ***
