Iklan

Belajar Merakyat dari Muhamad Natsir


Kita sering mendengar pejabat ingin mengabdi dan melayani rakyat, dan seorang pejabat katanya harus merakyat, tapi seperti apa yang dinamakan merakyat itu. Merakyat itu dia yang tidak mencari keuntungan dari rakyat, tapi ia melayani rakyat. 


Kita bisa belajar merakyat dari Mohammad Natsir. Natsir adalah seorang ulama, politikus, sekaligus  pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi, dan tokoh Islam terkemuka Indonesia.


Pahlawan nasioal yang memiliki gelar Datuk Sinaro Panjang ini  lahir di Alahan Panjang, Lembah Gumanti, Solok, Sumatera Barat, pada 17 Juli 1908. Ia pernah menjabat sebagai perdana menteri Republik Indonesia yang kelima. 


Apa yang dimaksud merakyat menurut Pak Natsir?


Menteri yang berhenti dari jabatan, tak mau diantar dengan mobil, dan memilih pulang dibonceng dengan sepeda oleh ajudannya. Ya, setelah usai dari jabatannya, Muhamad Natsir tak sanggup memakai fasilitas negara yang berasal dari uang rakyat. 


Mata sang ajudan berkaca-kaca, sambil mengayuh sepeda bergoncengan dengan tuannya, air matanya menitik-nitik menyadari bahwa Indonesia memiliki seorang manusia besar. Tubuhnya kurus, pakaiannya sederhana, tapi harga dirinya membumbung tinggi. 


Saat itu, Menteri kesayangan Bung Karno ini pulang sebentar ke rumah dinasnya, lalu mengajak isteri dan anak-anaknya untuk kembali ke rumah pribadinya yang sederhana.


Sang Menteri yang Bersahaja


Contoh kesahajaan juga bisa kita saksikan dari Muhmad Natsir. George Mc Turnan Kahin yang kenal dengan Pak Natsir menjadi saksi. Ia sempat terheran-heran melihat kesederhanaan Pak Natsir.


Pakaian beliau untuk menjabat adalah jas dengan tambalan. "Pakaiannya" ujar Kahin, "sungguh tak menggambarkan ia seorang menteri dalam pemerintahan" katanya dikutip dari Dean Tantyo dalam "Leiden!".


Tokoh yang satu ini memang sangat menginspirasi. Bahkan, saat awal menjabat sebagai menteri, ia tinggal di rumah sederhana pada sebuah gang. Hingga kemudian seseorang memberikan rumah di jalan Jawa, padahal saat itu beliau seorang Perdana Menteri.


Berapa banyak variasi mobil yang dimiliki para pejabat? Berapa besar harga mobil yang dimiliki wakil rakyat? Pak Natsir justeru menolak sebuah mobil Chevi Impala.


Muhamad Natsir adalah seorang negarawan sejati dan berjiwa merakyat. Itulah yang dinamakan merakyat! Ingin menjadi seorang negarawan, maka harus siap mengabdi mengorbankan jiwanya untuk rakyatnya. ***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama