![]() |
| ilustrasi/pixabay.com |
Reputasi Banten sebagai tempat bersemayamnya ilmu-ilmu magis sudah dikenal luas. Banyak orang di luar Banten, yang ketika menyebut Banten, konotasi yang muncul dalam pikiran mereka adalah sebuah daerah yang penuh dengan praktek dan ilmu magis.
Banten dikenal sebagai sebuah daerah yang dikenal dengan praktik magisnya dan memiliki beragam mantra magis. Sebagian mantra tersebut, tersebar dalam budaya masyarakat Banten, yang hingga saat ini masih dipertahankan.
Beragam mantra hingga saat ini masih bersemayam di Banten, namun tidak banyak yang mengetahuinya. Mereka yang tahu hanyalah orang-orang tertentu saja, dan digunakan dalam waktu-waktu tertentu seperti pengobataan, penampilan debus atau hal lainnya.
Pengertian Mantra
Secara etimologi istilah mantra berasal dari bahasa Sanksekerta yang terdiri dari dua suku kata yaitu "man" yang berarti pikiran dan "tra" yang bermakna penyampaian. Mantra dapat diartikan sebagai media penyampaian formula-formula mental ke dalam pikiran.
Saputra dalam karyanya Menuju Mantra, Sabuk Mangir dan Jaran Goyang Masyarakat Suku Using Banyuwangi menjelaskan bahwa mantra merupakan doa sakral yang mengandung magi dan kekuatan gaib yang dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempermudah dalam meraih sesuatu dengan jalan pintas.
Malinowski berpendapat bahwa mantra merupakan bagian paling penting dari magis. Mantra adalah bagian magis yang bersifat gaib, yang menyatu dalam ritual magis yang diketahui oleh si praktisi magis.
Ilmu magis sama artinya dengan ilmu mantra dan dalam sebuah analisis dari suatu tindakan sihir akan selalu ditemukan bahwa ritual berpusat diseputar ucapan mantra. Formula magis atau mantra menjadi inti dari performance magis.
Mantra dalam Kepercayaan dan Budaya Masyarakat Banten
Debus, ilmu dan praktik kekebalan atas api dan benda-benda tajam, adalah contoh paling kongkret dari tradisi magic di Banten yang sudah ada sejak zaman kesultanan Banten hingga saat ini. Para guru atau syaikh debus dalam petunjuknya melibatkan seluruh rangkaian praktek-praktek magic.
Teknik-teknik yang mereka gunakan menurut Martin dan Bruinessen adalah suatu campuran antara magic Islam dan magic pra-Islam, formula-formula yang digunakan memasukan doa-doa Islam berbahasa Arab di samping formula-formula magic berbahasa Jawa dan Sunda.
Dalam konteks budaya Banten, mantra (magical formula) memiliki fungsi yang sangat penting bagi individu-individu yang memiliki kepercayaan dan keyakinan tentang kekuatan gaib di dalam mantra tersebut. Ada banyak ragam mantra yang tersebar dan digunakan oleh masyarakat Banten.
Dari sisi fungsinya, magic dan mantra ini ada yang digunakan untuk tujuan baik atau positif seperti mengobati, untuk kekebalan, dan keselamatan dan sebagainya, tapi ada juga yang dimanfaatkan untuk tujuan jahat atau negatif seperti untuk mengguna-guna orang, menyantet atau meneluh seseorang supaya sakit, bahkan mati. Ada juga ilmu magic dan mantra-mantra yang dipergunakan untuk pengasihan atau pelet.
Mantra merupakan do'a sakral kesukuan dan mengandung magi dan kekuatan gaib. Mantra Banten ini merupakan produk budaya yang bersifat sinkretik antara kepercayaan lokal dan tradisi agama. Bagi orang Banten mantra merupakan salah satu khazanah budaya lisan yang integral dengan khazanah budaya lainnya. Eksistensinya hingga saat ini masih dibutuhkan oleh masyarakat Banten.
Demikai artikel kali ini. Pada artikel selanjutnya insyaallah akan saya bahas macam-macam mantra, mulai dari mantra kekuatan, kekebalan, pengobatan, pelet dan lain sebagainya. Tapi perlu dicatat bahwa ini hanya sebatas pengetahuan saja, tidak untuk dipraktekan atau diamalan. Salam kebudayaan ...***
