![]() |
| Kisah Menjelang Diutusnya Nabi Muhamad SAW |
Sebelum Nabi Muhammad lahir, kenabiannya sudah terdengar. Kenabian Muhammad sudah diberitakan oleh para ahli kitab. Seperti dikatakan oleh Kaa'ab bin Lu'ay bin Ghalib memberitahukan bahwasannya Nabi akan diutus sebagaimana yang ia dengar dari para ahli kitab.
Bahwasa-nya Ka'ab bin Lu'ay bin Chalib bin Fihr bin Malik mengumpulkan kaumnya pada hari Jum'at. Orang-orang Quraisy menamakan hari Jum'at sebagai hari Arubah.
Ia berkata kepada mereka, akan diutusnya seorang Nabi bernama Muhammad yang membawa kabar berita. Lu'ay mengatakan Nabi Muhammad SAW akan datang saat manusia dalam kelalaian.
"Dengarkanlah dan pelajarilah, pahamilah dan ketahuilah bahwa malam telah pergi dan siang mulai tampak. Bumi sebagi hamparan. Langit sebagai bangunan. Gunung-gunung sebagai pasak. Bintang-bintang sebagai tanda. Orang-orang yang pertama seperti orang-orang yang terakhir, perempuan dan laki laki, para suami dan orang yangbangkit kepada keusangan,".
"Sambunglah silaturahmi kalian! Jagalah kekerabatan kalian! Kembangkan hasil harta kalian! Apakah kalian melihat orang yang telah binasa dapat kembali lagi? Atau orang yang telah mati dibangkitkan lagi? Hari Akhir ada di hadapan kalian. Prasangka tidak seperti apa yang kalian katakan. Hiasilah daerah Al Haram kalian. Agungkanlah ia dan beribadahlah di sana. Akan datang kepadanya suatu berita besar. Akan keluar dari sana seorang Nabi yang mulia."
Ia melanjutkan, "Malam dan siang datang dan pergi dengan segala kejadian. Sama saja apakah itu malam maupun siang. Keduanya bergantian dengan segala peristiwa dan nikmat yang tabirnya teruntai kepada kita. Nabi Muhammad datang ketika kita berada dalam kelalaian. Beliau membawa kabar berita. Beliau adalah orang jujur dalam menyampaikannya."
Kemudian ia melanjutkan lagi, "Demi Allah, jika aku pada waktu itu masih mempunyai pendengaran, penglihatan, tangan dan kaki, maka aku akan beranjak seperti onta yang beranjak. Aku segera melesat seperti kuda jantan yang melesat. Wahai, alangkah bila diriku dapat menyaksikan seruannya pada saat mereka ingkar terhadap kebenaran (yang dibawanya) dan berada dalam kehinaan."
Mengutip buku berjudul Al-Wafa, Kesempurnaan Nabi Muhammad, jarak waktu antara kematian Ka'ab dan saat Rasulullah SAW diutus adalah Iima ratus enam tahun.
Soal berita tanda-tanda kenabiannya juga disebutkan dalam Kitab Taurat dalam bagian pertama, "Telah aku kabulkan doa Ismail dan telah aku berkati ia. Aku perbanyak dan agungkan keturunannya dengan sebenar-benamya. Ia akan melahirkan dua belas orang yang mulia. Aku iadikan ia sebagai bapak umat yang agung pula."
Ibnu Qutaibah berkata, "Diceritakan kisah Habqun Al-Mutanabbi' pada zaman Danial. Habqun berkata, "Allah datang dari At-Tayammun dan bahwasanya Santo datang dari gunung Faran. Bumi dipenuhi dengan tasbih dan tahmid. Nabi Muhammad akan memiliki bumi dan leher seluruh umat ini dengan tangan kanannya."
Ibnu Qutaibah berkata, "Habqun berkata pula, "Bumi menjadi terang dengan cahayanya. Kudanya dapat berjalan di atas laut." Terdapat tambahan di dalam sebagian riwayat ahli kitab bahwasanya Habqun berkata, "Wahai Muhammad, ketegasanmu akan meluap sehebat-hebatnya. Anak panah akan minum sepuas-puasnya dengan perintahmu."***
