![]() |
| Manusia dan Binatang/pixabay.com |
Apa yang kamu ketahui tentang manusia dan binatang? kita kadang bingung, padahal kita sendiri adalah manusia, dan kita juga bisa membedakan mana yang dinamakan manusia dan mana yang dinamakan binatang. Tapi saat ditanya apakah manusia itu dan apakah persamaan dan perbedaannya, kita bingung .....
Suatu ketika saya mengikuti mata kuliah sejarah Indonesia kuno di kampus saat saya kuliah, dosen saya membahas soal manusia pertama di muka bumi. Dosen saya bertanya kepada saya, "Jika nanti kamu menjadi seorang guru sejarah dan ditanya apakah manusia itu berasal dari kera, kamu akan menjawab apa,? apakah kamu akan membenarkan bahwa manusia itu berasal dari kera,?,".
Saya yakin bukan hanya saya, tapi kebanyakan kita semua pernah bertanya-tanya soal ini. Saat kita belajar sejarah tentang manusia pertama di muka bumi, waktu sekolah SD, SMP, bahkan SMA kita diajarkan bahwa manusia itu evolusi dari kera. Ya, guru saya dulu pernah mengatakan demikian, meskipun mungkin tidak semua guru
Guru-guru biasanya mengutip dari buku paket siswa tentang teori Charles Darwin yang mengatakan bahwa manusia hasil evolusi dari kera. Buku itu mengatakan demikian, tanpa klarifikasi. Bahkan sebuah penelitian baru menyatakan jika manusia dan simpanse, masih menjadi kera yang sama sampai sekitar 13 juta tahun yang lalu.
Hasil penelitian dari Oxford, Inggris, umpamanya menyimpulkan jika nenek moyang dari manusia dan simpanse mengalami perubahan gen hingga 0,1 persen tiap satu miliar tahunnya hingga membutuhkan waktu 12 sampai 13 juta tahun hingga manusia dan simpanse bisa berbeda seperti saat ini.
Membaca narasi ini, saya yakin, kita terutama muslim tidak sependapat dengan teori tersebut. Tapi ketika kita menyangkal, apa yang bisa kita jelasskan kepada murid kita. Apakah kita akan membalas narasi tersebut dengan sangkalan menggebu-gebu, semisal "itu perbuatan kafir, mereka ingin merusak islam, ataukah bagaimana?.
Dua Sisi tentang Manusia
Murtadha Muthahari mengatakan manusia memang sebangsa binatang. Dia memiliki banyak kesamaan dengan binatang lainnya. Namun, manusia memiliki ciri yang membedakan dirinya dengan binatang dan ciri-ciri ini menempatkannnya lebih unggul daripada binatang. Ciri-ciri ini berkaitan dengan dua hal yaitu sikap dan kecenderungan.
Pada umunya binatang memiliki kemampuan melihat dan mengenal dirinya sendiri dan dunia sekitarnya. Dan dengan berbekal pengetahuan yang didapat dari melihat dan mengenal ini, binatang berupaya mendapatkan apa yang diinginkannya.
Seperti halnya binatang, manusia juga memiliki banyak keinginan. Dan dengan bekal pengetahuan dan pengertiannya, manusia berupaya untuk mewujudkan keinginannya. Tapi manusia berbeda dengan makhluk hidup lainnya, bedanya adalah manusia lebih tahu, lebih mengerti dan lebih tinggi tingkat keinginannya.
Ini adalah dua sisi tentang manusia, disatu sisi ia binatang tapi disisi lain ia adalah manusia. Ia bisa berbahaya seperti biantang buas, dan bisa lembut, penuh cinta seperti malaikat. Tapi kehidupan manusia biasanya cenderung melakukan kebuasan daripada kebijaksanaan. Itu kata Thomas Hobbs, ia mengatakan manusia dalah srigala terhadap manusia lainnya (homo homini lupus).
Pengetahuan dan Keinginan Binatang
Saya punya kucing di rumah namannya Tam-Tam. Dia sangat lucu, saya elus-elus punggungnya, ia diam seolah merasakan kenyamanan ketika mendapatkan perlakuan seperti itu. Tapi suatu ketika saya menakut-nakuti kucing saya akan memukulnya dengan seikat sapu lidi, dia pun menggeram dan mau mencakar saya. Atau kalau mau mencoba benet saja ekornya pake korek api, maka ia akan mencakar,, tapi jangan kerna cakarnya bisa ngahantu kalo kata orang tua saya dulu ....
Binatang juga mengerti, dia tahu pelakuan manusia kepada dirinya. Dia memiliki naluri terhadap lingkungannya, apakah dalam lingkungannya itu ia terancam atau tidak. Jika ia merasa terancam maka ia tidak akan berada dilingkungan itu, atau saat ia bertemu kita paling tidak kucing tadi akan lari terbirit-birit, ia takut kalau ekornya bakal kita benet lagi ....
Menurut Murtadaha Muthahari binatang juga memiliki pengetahuan, namun pengetahuan binatang terbatas dibandingkan manusia. Sumber pengetahuan binatang bukan dari akal pikirannya, tetapi dari pancainderanya seperti merasa, mencium bau, mendengar, melihat, dan meraba. Ia mengetahui dan mengenal dunia dari pancainderanya.
Ada empat ciri pengetahuan binatang yaitu; pertama, pengetahuannya dangkal. Pengetahuannya tidak sampai menguasai secara detail sesuatu dan tidak memiliki akses ke hubungan-hubungan internal yang terjadi dalam sesuatu itu. Kedua, pengetahuannya parsial dan khusus, tidak universal dan tidak umum.
Ketiga, pengetahuan binatang bersifat regional atau terbatas pada wilayah tertentu, karena terbatas pada lingkungan hidupnya. Keempat pengetahuannya terbatas pada saat sekarang dan ia tidak berpikir akan masa lalu dan masa mendatang. Bintang tidak berpikir tentang masa depan dan tidak merencanakan masa depannya.
Ya, seperti pengetahuannya, keinginan dan hasrat binatang juga terbatas ruang lingkupnya. Murtadaha Muthahari mengungkapkan beberapa ciri tingkat keinginan binatang. Pertama, segenap hasratnya bersifat material dan tidak lebih dari makan, minum, tidur, bermain, kawin dan membuat sarang. Binatang tidak memiliki kebutuhan spiritual, nilai moral dan lain sebagainya.
Kedua, segenap keinginannya bersifat pribadi dan individualistis, berkaitan dengan binatang itu sendiri, atau paling bantar berkaitan dengan pasangan dan anak-anaknya. Ketiga, binatang bersifat regional, yaitu berkaitan dengan lingkungan hidupnya saja. Keempat, binatang bersifat seketika itu yaitu berkaitan dengan masa sekarang.
Pengetahuan dan Keinginan Manusia
Apakah yang membedakan (pengetahuan & keinginan) binatang dan manusia? yang membedakannya adalah terletak pada wewenang manusia, di bidang pengetahuannya manusia sangat luas dan tinggi. Pengetahuan manusia tidak terbatas pada ruang dan waktu tertentu. Pengetahuan manusia mengatasi batas-batas seperti itu.
Di satu pihak, manusia bahkan mengetahui planet-planet selain bumi dan binatang-bintang. Manusia mengetahui masa lalu maupun masa depannya. Dia mengetahui sejarahnya sendiri dan sejarah dunia seperti langit, bumi, gunung, sungai, tumbuhan dan organisme hidup lainnya.
Yang menjadi pemikiran manusia bukan saja masa depan yang jauh, namun juga hal-hal yang tak terhingga dan abadi. Sebagian dari hal-hal ini diketahui oleh manusia. Manusia bukan sekadar mengetahui keanekaragaman dan kekhasan. Dengan maksud menguasai alam, manusia mencari tahu tentang hukum alam semesta dan kebenaran umum yang berlaku di dunia.
Selanjutnya, dari sudut pandang ambisi dan aspirasinya, juga kedudukan manusia sangat luar biasa, dia adalah makhluk yang idealistis, tinggi cita-cita dan pemikirannya. Sasaran yang juga ingin dicapainya adalah sasaran yang sifatnya non-material dan tidak mendatangkan keuntungan material.
Manusia begitu idealistis, sampai-sampai ia sering lebih menomorsatukan akidah dan ideologinya dan menomorduakan nilai lain. Dia bahkan menganggap melayani orang lain lebih penting daripada mewujudkan kesejahteraanya sendiri.
Manusia memiliki empati dan simpati kepada orang lain dan mau berbagi suka dan duka. Manusia begitu penuh dedikasi kepada akidah dan ideologi sucinya, sampai-sampai dia mudah mengorbankan hidupnya demi akidah dan ideologi sucinya itu.
Benarkah Manusia Berasal dari Kera?
![]() |
| Manusia Purba/pixabay.com |
Pembahasan tentang asal usul manusia bisa kita temukan dalam buku Sejarah Nasional Indonesia. Dalam buku tersebut dibahas mengenai jenis-jenis manusia purba yaitu Meganthropus Paleojavanicus, Pithecanthropus Mojokertensis, Pithecanthropus Erectus, Pithecanthropus Soloensis, Homo Soloensis, Homo Wajakensis, dan Homo Florensis.
Fosil-fosil mahluk purba tersebut sebagian besar banyak ditemukan di Indonesia. Bahkan karena penemuan tentang fosil-fosil tersebut, Indonesia dijuluki sebagai Museum Manusia Purba Dunia. Lokasi penemuan situs purbakala itu tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Misalnya, penelitian yang dilakukan oleh Von Koeningswald, yang menemukan fosil-fosil kehidupan masa praaksara. Von Koeningswald menemukan makhuk purba berjenis Meganthropus Paleojavanicus di Sangiran pada tahun 1936 hingga 1941.
Kemudian, manusia purba jenis Pithecanthropus Erectus (Manusia berjalan tegak) yang merupakan fosil manusia purba yang ditemukan oleh Eugene Dubois di Trinil, lembah Sungai Bengawan Solo pada tahun 1890. Manusia purba ini diperkirakan hidup pada 1 juta hingga 2 juta tahun yang lalu. Dan sebetulnya masih banyak lagi.
![]() |
| Evolusi Manusia/sumber:duniapendidikan.co.id |
Menanggapi jenis-jenis manusia purba tersebut, saya ingin berpendapat bahwa dari segi penyebutan saja "manusia purba" seolah-olah itulah faktanya, seolah kita membenarkan bahwa manusia itu memang berasal dari kera atau evolusi dari kera. Apakah kita sepakat ?
Kenapa kita tidak menyebutnya "makhluk purba" bukan manusia purba? Dosen saya dulu pernah menjelaskan bahwa sebutan "manusia" adalah hanya utuk makhluk yang telah mencapai tingkatan tertinggi yaitu layaknya manusia seperti sekarang. Jadi sebutan yang tepat adalah "makhluk" bukan "manusia". Lalu, Siapakah manusia pertama itu?
Dari sudut pandang Agama, saya yakin kita akan menjawabnya Nabi Adam. Ya, saya juga sepakat jika kita merujuk pada perbedaan pengetahuan manusia dan binatang yang saya jelaskan sebelumnya, bahwa yang membedakannya adalah manusia memiliki kebutuhan spiritual dan nilai moral.
Tapi bagaimana cara kita menjelaskan kepada orang lain, jika kita seoang guru sejarah kepada murid kita umapamanya? Kita tentu harus menjelaskannya secara ilmiah. Tapi bagaimana? Inilah yang akan kita bahas bersama, agar kita tidak salah menjelaskan kepada murid-murid kita di sekolah atau kepada mahasiswa kita di kampus.
Mengenai siapa manusia pertama di muka bumi, saya rasa secara ilmiah telah terjawab oleh Yuval Noah Harari dalam bukunya berjudul "Sapiens". Menurut saya Yuval Noah Harari menjawab rasa penasaran kita mengenai bagaimana sejarah umat manusia bahkan dari zaman batu hingga perkiraan kepunahannya.
Ia mengatakan sekitar 70.000 tahun lalau, organisme dari spesies Homo Sapiens mulai membentuk struktur-struktur yang lebih rumit lagi yang dinamakan budaya. Perkembangan selanjutnya dari budaya-budaya manusia ini disebut sejarah," (Harari, 2017).
Ya, jadi manusia pertama adalah Homo Sapiens, manusia yang sudah memiliki budaya. Lantas Apakah Homo Sapiens itu adalah Nabi Adam? Wallahualam ... saya tidak tahu, tapi kita bisa menginterpretasikan bahwa Sapens adalah makhlukk yang berbudaya, ia berpikir. Jadi apakah sapiens itu memakai baju?
Kalau kita melihat jenis-jenis manusia purba dalam foto-foto di internet, mereka tidak memakai baju. Tapi menurut saya jika sapiens memakai baju, hal ini logis, baju yang dipakainya bisa terbuat dari daun, tapi karena daun ini mudah robek ia berpikir lagi maka kemudian menggantinya dari kulit kayu. Tapi kulit kayu ternyata teksturnya kasar, maka makhluk yang bernama Sapiens itu kemudian menggunakan kulit binatang.
Maksud saya, baju hanya salah satu contoh saja, dari permulaan hidup homo sapiens. Tapi karena sapiens terus berkembang sampai ia bertambah banyak dan tingkat kebudayaannya pun juga semakian baik. Sapiens mengalami kemajuan ke arah kebudayaan yang lebih maju lagi membentuk sejarah.
Yuval Noah Harari mengatakan Tiga revolusi penting membentuk jalannya sejarah yaitu revolusi kognitif sekitar 70.000 tahun lalu; revolusi agrikultur atau pertanian sekitar 12.000 tahun lalu. Kemudian revolusi sanitifik yang baru berjalan 500 tahun yang lalu.
Demikain, untuk lebih jelasnya silahkan baca buku Yuval Noah Harari .... klik disini.


