Iklan

 

Kunjungan Perdana Menteri Palestina Mohamad I.M. Shtayyeh/tangkap layar akun Instagram @kemlu.ri

Presiden Jokowi menyambut kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Palestina Mohamad I.M. Shtayyeh di Istana Kepresidenan Bogor, pada 24 Oktober 2022.

Dalam kunjungannya ini, kedua pemimpin negara menggelar pertemuan bilateral dan menyaksikan nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati oleh kedua negara. 

Presiden Jokowi menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung perjuangan Palestina dalam meraih kemerdekaan. 

Baca Juga: Menilik Sejarah Perang Korea, Uji Coba Rudal dan Kemungkinan Perang Nuklir

Ia juga menekankan pentingnya kesatuan diantara bangsa Palestina dan mendorong dukungan internasional dan proses rekonsiliasi terhadap perjuangan Palestina.

Dalam kerjasama ekonomi Indonesia telah memberikan fasilitas unilateral berupa pembebasan bea masuk untuk kurma dan zaitun dari Palestina ke Indonesia. 

Fasilitas tersebut juga akan diberikan kepada produk-produk lain dari Palestina sebagai bentuk dukungan Indonesia kepada Palestina. 

Baca Juga: Mengerikan! Memakan Korban 62 Juta Jiwa, Begini Sejarah Perang Dunia II

Sementara itu, PM Shtayyeh menyampaikan apresiasinya terhadap penandatanganan perjanjian kerja sama kedua negara sebagai bentuk dukungan nyata bagi Palestina dari Indonesia. 

Ia juga berharap Indonesia dapat mencapai kesuksesan dalam menyelenggarakan KTT G20 pada November mendatang. 

Sejarah Hubungan Indonesia-Palestina

Dalam sejarah, Palestina merupakan salah saatu negara yang berperan penting dalam perjuangan Indonesia untuk menjadi negara yang berdaulat. 

Pasca kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Indonesia masih berjuang untuk mendapatkan pengakuan dari dunia internasional. 

Baca Juga: Viral! Tak Terima Ayahnya Dipenjara, Wanita Cantik Ini Layangkan Surat Terbuka kepada Presiden dan Menko Polhukam

Palestina adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia pada tahun 1944. Palestina pada waktu itu diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini. 

Mengutip buku Zein Hassan berjudul "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri", Palestina menyiarkan dukungannya terhadap kemerdekaan Indonesia melalui siaran radio dan media berbahasa Arab pada 6 September 1944.

Tak hanya itu, sebagai anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Palestina juga aktif melobi negara-negara Timur Tengah yang berdaulat di Liga Arab untuk mengakui kemerdekaan Indonesia.***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama