Iklan

 

Media sosial dan masalah keamanan digital di Indonesia/pixcels.com

Teknologi berkembang begitu cepat dan telah mengubah cara kita hidup, bekerja, dan bersosialisasi dengan sesama. Teknologi dan sosial media adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Sosial media bukan hanya sebagai tempat berkomunikasi, namun juga menjadi tempat berekspresi, tempat meluapkan perasaan bahkan pikiran.

Penggunaan Internet di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Di tahun 2020, pertumbuhan pengguna internet di Indonesia melonjak tinggi dibandingkan pertumbuhan jumlah penduduk. Pada tahun 2021 mencapai 202,6 juta, dimana jumlah seluler (mobile) yang terkoneksi sebanyak 345,3 juta dari 274,9 juta penduduk Indonesia.

Di era digital seperti sekarang ini, pemahaman terhadap keamanan digital sangatlah penting. Keamanan memastikan agar segala aktivitas di dunia digital dapat dilakukan secara aman. Selain itu, keamanan digital juga melindungi data pribadi yang bersifat rahasia. Aspek keamanan digital meliputi perangkat digital, identitas digital, dalat mewaspadai penipuan digital, memahami rekam jejak digital, dan memahami keamanan digital bagi anak. 

Mengapa Keamanan Digital Itu Penting?

Akun sosial media kita itu ibaratnya seperti rumah, layaknya sebuah rumah pasti memiliki perabotan- perabotan rumah tangga hingga aset penting yang selalu terjaga di dalam rumah. Sama halnya dengan akun sosial media kita, didalamnya juga mengandung identitas pribadi kita, username atau nama online kita, foto-foto kita, video kita, pesan kita dengan teman kita, kontak telpon, info pembayaran yang kita pakai, bahkan yang tanpa kita sadari yakni di dalam akun kita juga bisa mendeteksi titik lokasi kita.

Nah layaknya sebuah rumah, untuk melindungi rumah kita dari pencuri, kita juga harus melengkapi rumah kita dengan gerbang yang kokoh, kunci rumah yang canggih, bahkan sampai meminta bantuan satpam untuk melindungi rumah kita. Sama halnya dengan akun kita, akun kita juga penting, dan banyak pihak yang berusaha untuk masuk dan mencuri identitas penting kita. Nah untuk mencegah tindakan pencurian, kita membutuhkan digital safety atau keamanan dalam bermedia digital.

Masalah Kejahatan Siber di Indonesia

Kejahatan siber di Indonesia/pixcels.com

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mencatat pada periode Januari hingga November 2020 terjadi sebanyak 4.250 laporan kejahatan siber. Dari ribuan kasus, 1.158 kasus di antaranya merupakan kasus penipuan dan 267 kasus akses ilegal. 

Sementara dari tahun ke tahun jumlah tindak pidana siber juga mengalami peningkatan (CNN, 2020). Tim Threat Protection Intelligence Microsoft memperingatkan bahwa penjahat dunia maya mengambil keuntungan dari pandemi COVID-19 dengan mengadaptasi dan memperbarui metode serangan. 

Temuan ini berasal dari analisis dari beragam sumber data Microsoft, termasuk 8 triliun sinyal ancaman yang diterima dan dianalisis oleh Microsoft setiap hari, mencakup periode 12 bulan, dari Januari hingga Desember 2019.

Jumlah Laporan Penipuan Daring di Indonesia

Mengutip Devie Rahmawati, dalam Modul Keamanan Digital, berdasarkan data pada lima tahun terakhir, Kepolisian Republik Indonesia menyebutkan sejak 2016 sampai dengan September 2020 ribuan kasus penipuan daring telah dilaporkan.

Pada 2016 terjadi laporan kasus penipuan daring sebanyak 1.570 kasus; tahun 2018 sebanyak 1.430; tahun 2019 sebanyak 1.781; dan tahun 2019 sebanyak 1.617 kasus; dan sampai dengan September 2020 telah ada 649 kasus yang dilaporkan. Seluruh kasus dalam 5 tahun terakhir berkisar 7.047 kasus.

Jenis-Jenis Masalah Data Pribadi

Jenis-jenis masalah data pribadi/pixcels.com

  • SCAM 
Strateginya dengan memanfaatkan empati dan kelengahan pengguna. Metodenya beragam, bisa menggunakan telepon, SMS, WhatsApp, email, maupun surat berantai.

Ciri-ciri Scam yang beredar di sekitar kita: 
  1. Kerabat sakit dan segera membutuhkan perawatan rumah sakit;
  2. Keluarga dari pelaku tiba-tiba hilang dan pelaku;
  3. Mengirimkan bahan kepada korban dan beralasan tertahan di imigrasi dan meminta;
  4. Para korban biasanya dimintakan sejumlah uang;
  5. Perbaikan kendaraan dan sedang berada di.
Mengutip "Modul Aman dalam Bermedia Digital 2019" Gangguan Spam di Indonesia terdiri atas Telepon 28 kali rata-rata telpon perbulan nomor 3 dunia, dan SMS 46 kali rata-rata SMSperbulan, nomor 10 dunia.
  • SPAM
Spam merupakan perilaku yang dilakukan secara terus-menerus dan berulang. Tahapan spam dimulai dengan mengganggu para korban dan berlanjut menjadi penipuan dan pencurian data (Alazab dan Broadhurst, 2015).

Jenis-jenis pesan spam sebagai berikut:Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Katadata, 52 persen spam berbentuk sebagai layanan finansial, disusul oleh asuransi sebesar 25 persen.

Kasus SPAM sempat menghebohkan warga Indonesia.  Pada tahun 2016, pelanggan selular di Indonesia dihebohkan dengan adanya panggilan tak terjawab (missed call) dari nomor prefix +77 yang berasal dari Rusia.

Dilansir dari Techwelkin, modus seperti ini sudah terjadi sejak tahun 2000 dan biasanya dilakukan oleh perusahaan telepon dari negara-negara Afrika dan Rusia. Para pelaku biasanya menggunakan international premium rate number (IPRN) dan bekerjasama dengan perusahaan telpon tersebut. 

Para pelaku akan mendapat komisi dari operator asal yang IPRN-nya dipakai untuk melakukan panggilan. Komisi yang didapat biasanya 1 dolar untuk setiap panggilan masuk. Biasanya ratusan ribu orang yang tertipu oleh panggilan ini, jadi bisa dibayangkan berapa besar uang yang mereka terima.
  • PHISHING
Phishing/pixcels.com

Phishing adalah istilah penipuan yang menjebak korban dengan target menyasar kepada orang-orang yang percaya bahwa informasi yang diberikannya jatuh ke orang yang tepat.

Phishing dilakukan dengan menduplikat situs web atau aplikasi bank atau provider. Ketika kita memasukkan informasi rahasia, uang kita akan langsung dikuras oleh cracker tadi.

Kejahatan phishing ini dilakukan oleh oknum dengan menghubungi kita sebagai calon korbannya melalui email, telepon, atau pesan teks
dengan mengaku dari lembaga sah. 

Biasanya oknum-oknum yang melakukan phishing akan menanyakan beberapa data sensitive seperti identitas pribadi, detail perbankan, kartu kredit, dan juga kata sandi.

Tips menghindari Phishing:
  1. Jangan sekali-kali memberikan detail email bahkan password ke siapapun
  2. Jangan pernah menerima pemintaan pertemanan dari orang yang tak dikenal. Pelaku penipuan sering menggunakan akun palsu dan memenuhi timeline atau linimasa korban dengan konten spam, dan yang berbahaya korban mengklik link tersebut dan phishing pun terjadi.
  3. Ganti passwordmu secara rutin. Mengganti password sama halnya dengan mengganti sikat gigi. Layaknya sikat gigi, jika kita tidak mengganti
  4. sikat gigi, maka fungsi dari sikat gigi sudah tidak seperti di awal, karena bagian sikat sudah mulai melebar, dan justru menyakiti gusi kita.
  5. Cek aktivitas akun kita. Cek secara rutin, history akun kita, apa yang kita akses dan aplikasi apa saja yang kita download. Pastikan kamu mengetahui apa yang kamu lakukan. Jika kamu merasa tidak pernah membuka/mengaksesnya, maka kamu perlu waspada.
  6. Jika kamu mendapatkan pesan yang aneh, jangan takut untuk segera melaporkan.
  • HACKING
    Cara kerja para hacker adalah dengan melakukan pembobolan/peretasan sampai dengan percobaan keamanan situs situs web dan komputer.
    • GHOSTING
    Istilah “ghosting” saat ini populer di kalangan anak muda. Ghosting berasal dari kata “Ghost”, kegiatannya sering diartikan sebagai cara baru untuk memutus komunikasi dengan lawan jenis. Kegiatan ini erat hubunganya dengan hubungan percintaan. 

    Ibaratnya pas udah baper, pas lagi sayang-sayangnya, eh sumber kebahagiannya hilang. Ghosting dan sosial media memiliki hubungan yang erat. Seringkali pelaku ghosting menjalankan aksinya di sosial media.

    Ghosting bukan hanya terjadi di Indonesia. Kasus ghosting di Amerika serikat berada di posisi 13-23 persen remaja Amerika mengaku pernah menjadi korban ghosting. Di Spanyol, sekitar 19,3 persen remaja pernah mengalami ghosting di tahun 2020 (Navarro, 2020).
    • BREADCRUMBING
    Berbeda dengan ghosting, fenomena Breadcrumbing nyatanya jauh lebih meyakitkan. Breadcrumbing merupakan fenomena dimana seseorang yang tidak saling memiliki hubungan namun saling dekat dan tiba-tiba hilang kontak (ghosting), namun salah satu pihak melakukan komunikasi sporadik tanpa komitmen.

    Gampangnya adalah kamu dekat dengan orang, lalu orang itu tiba-tiba menhilang tanpa alasan, beberapa bulan kemudian dia datang dengan cara membalas story kamu, dm, atau bahkan WA hanya sekedar menanyakan kabar.
    • CATFISHING
    Istilah catfish mulai muncul dari sebuah tayangan dokumenter asal Amerika Serikat berjudul sama yang diproduseri oleh Henri Joost dan Ariel Schulman pada 2010 tentang para korban yang memiliki hubungan dengan seseorang yang memiliki identitas fiktif-identitas yang tidak pernah ada di dunia nyata (Van Dijck, 2013). 

    Kemunculan catfish sendiri biasanya disebabkan oleh kebebasan individu untuk membuat akun pribadi sebagai cerminan identitas yang mereka ingin tampilkan.

    Post a Comment

    Lebih baru Lebih lama