![]() |
| Tips membuat berita yang baik dan benar/source: pixels.com |
Kali ini saya akan membahas bagaimana tips membuat berita yang baik dan benar. Banyak yang belum tahu, padahal ini sangat penting karena pekerjaan membuat berita adalah pekerjaan profesional yang tidak sembarang orang bisa melakukannya.
Membuat berita memang berkaitan dengan tulis menulis, tapi bukan sekedar asal nulis ya, ia harus memenuhi syarat-syarat tertentu agar berita yang kita tulis nanti berkualitas. Para penulis berita sangat memperhatikan kualitas bukan sekadar kuantitas.
Tapi tahukah Anda bagaimana berita yang berkualitas itu? Dalam membuat berita ada tips khusus yang harus kita ketahui. Nah, pertanyaan inilah yang akan saya bahas dalam artikel ini. Kemudian juga, apakah berita itu sama dengan jurnalistik? Jawabannya tentu saja sama, karena berita merupajan bagian dari jurnalistik.
Pengertian Jurnalistik
![]() |
| Tips membuat berita yang baik dan benar/source: pixels.com |
Baca Juga: Lima Patung Tertinggi di Dunia, Salah Satunya ada di Indonesia
Ada banyak pengertian jurnalistik yang tersebar di google. Secara umum, semuanya sama dalam mengartikan jurnalistik itu. Mengutip Baskoro (2008), jurnalistik adalah kegiatan mengelola berita yang dimulai dari pengumpulan data menyusunnya, menerbitkan lalu menyebarluaskannya.
Adapun kata jurnalistik sendiri berasal dari bahasa Belanda. Jurnalistik, akar katanya berasal sari bahasa Latin, Acta Diurma. Acta Diurma ini adalah ciptaan dari Julius Caesar pada tahun 60 sebelum masehi (Baskoro, 2008:4).
Julius Caesar membuat peraturan yang mengharuskan kegiatan Senat diumumkan setiap hari di papan pengumuman agar bisa dibaca masyarakat. Pengumuman itu disebut Acta Diurma, yang artinya sehari-hari.
Seiring berkembangnya zaman dan ditemukannya teknologi, aktivitas jurnalistik mulai bergeser kearah yang lebih maju. Saat ini aktivitas jurnalistik sudah banyak dilakukan secara online dan yang menulsinya disebut sebagai jurnalis online atau conten creator atau juga wartawan.
Berbeda dengan dulu, sebelum adanya hanphone dan internet semua aktivitas jurnalis dilakukan harus turun kelapangan untuk mendapatkan berbagai informasi kemudian informasi itu ditulis di kertas dan diserahkan kepada pimpinan redaksi.
Baca Juga: Tiga Jenis Gaya Belajar Siswa dan Ciri-Cirinya dalam Pembelajaran
Saat ini tidak demikian, meskipun masih ada tapi hanya sebagian kecil saja. Saat ini umumnya, berita nyaris didapatkan dari media sosial, seperti Twitter, Facebook, Instagram, youtube, dan berbagai jenis media sosial lainnya. Memang suatu keniscayaan karena aktivitas masyarakat berada di internet hampir sepanjang waktu.
Lalu, apakah perbedaan jurnalistik dan pers?
Sebenarnya antara jurnalistik maupun pers tidak ada perbedaan, mungkin hanya sedikit, tapi umumnya sama karena jurnalistik dan pers adalah satu kesatuan. Jika jurnalistik mengacu pada kegiatan teknis menciptakan berita dan mempublikasikannya, sedangkan pers lebih kepada pengertian fenomena sosial.
Kegiatan jurnalistik mengacu pada sebuah tindakan secara menyeluruh dan komprehensif untuk menciptakan sebuah berita. Tidak hanya menyangkut kekuatan fisik, keluasan wawasan, keterampilan untuk menulis, dan kemampuan menyunting, tetapi juga menyangkut kemampuan memiliki atau menciptakan ide-ide membuat sebuah berita dari satu peristiwa atau fenomena tertentu.
Ide merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kegiatan jurnalistik, karena masalah utama bagai seorang jurnalistik apalagi bagi pemula adalah sulitnya menemukan ide tentang judul apa yang akan kita tulis. Disinilah seorang jurnalis dituntut kreatif, tak hanya menemukan judul tapi juga ia harus menemukan judul yang menarik.
Tips Membuat Berita yang Baik dan Benar
![]() |
| Tips membuat berita yang baik dan benar/source: pixels.com |
Baca Juga: Data Pengguna Internet dan Media Sosial di Indonesia
Hal ini yang sering kita temukan, kadang-kadang ada oknum yang mengatasnamakan pers Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berbuat demikian, dalam arti lain ada tendensi menyerang, menakut-nakuti terutama terhadap institusi yang akhirnya membuat citra jurnalis menjadi buruk di masyarakat. Saya pernah mengalami bagaimana citra jurnalis terkesan buruk di masyarakat.
Nah, maka disinilah perlunya mengetahui cara membuat berita yang baik dan benar. Menurut L.R Baskoro, dalam bukunya berjudul Jurnalisme Lingkungan, suatu berita itu dapat dikatakan baik dan benar atau layak berita yaitu apabila memiliki:
- Magnitude (besar), yakni peristiwa yang menyangkut angka-angka dan sangat berarti bagi banyak orang. Misalnya, peristiwa gempa yang menyebabkan ratusan orang tewas. Pemilihan berita yang pengaruhnya besar sangatlah penting, jangan sampai sebaliknya peristiwa kecil namun dibesar-besarkan.
- Significance (penting), yakni peristiwa yang mempunyai akibat atau berpengaruh kepada kehidupan orang banyak. Misalnya, penemuan-penemuan penting dibidang teknologi dan obat-obatan yang bisa mengubah kehidupan kita manusia.
- Timeliness (waktu), yakni peristiwa yang bertalian dengan hal-hal yang baru terjadi. Usahakan dalam membuat berita, peristiwa itu baru dan benar-benar terjadi. Pastikan bahwa berita yang kita muat bukan berita lama. Masalahnya saya pernah menemukan kejadian, jadi ada orang yang menulis berita pembegalan, sehingga membuat orang takut, padahal berita itu ternyata sudah lama kemudian diberitakan kembali dalam waktu yang sekarang. Hal ini jangan dilakukan, karena bisa menimbulkan keresahan pada masyarakat.
- Proxmity (dekat), yakni peristiwa yang dekat dengan pembacanya. Kedekatan ini tak sekadar geografis atau fisik, kedekatan ini juga bisa berupa kedekatan budaya, psikologis dan sosiologis.
- Human interest (tenar), yakni menyangkut hal-hal terkenal atau pembaca sangat mengenalnya.
Dengan dasar-dasar inilah seorang wartawan bisa memprediksikan apakah peristiwa itu memiliki nilai berita, diminati, dan diperlukan pembacanya. Semakin banyak peristiwa itu memiliki unsur-unsur tersebut, semakin layak ia menjadi berita.
Mungkin itu yang bisa saya sampaikan mengenai tips membaut berita yang baik dan benar. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Dan bagi yang saat ini sedang belajar menulis khususnya berita, semoga menjadi seorang jurnalis terkenal, jujur, dan bertanggungjawab. Amiin ...


