Iklan

Edward Said adalah salah satu aktor intelektual yang mengkritik Barat. Ia mengkritik salah satu tokoh intelektual Barat Samuel Huntington, penulis buku dengan judul "Benturan Peradaban". Analisa Huntington dilakukan terhadap pasca Perang Dingin. 

Huntington  menyatakan "setelah Perang Dingin yang terjadi bukan lagi pertikaian antara ideologi komunis dan kapitalis, melainkan Barat lawan Islam. Pemikiran ini dikritik oleh Edward Said karena Huntington melihat dunia dalam ketegori besar yang terpisah satu sama lain. 

Menurut Said, sejarah tak hanya berisi perang Agama dan penaklukan, namun juga pertukaran kebudayaan, saling berbagi dan saling memperkaya. Di masa yang menegangkan ini menurutnya yang dibutuhkan adalah ulasan tentang prinsip universal keadilan dan ketidakadilan yang nantinya bisa membuahkan kesepahaman yang lebih baik, dan bukan analisa orang-orang macam Huntington.

Eward Said bahkan mengejek pikiran Huntington tersebut bahwa bukan benturan peradaban, tapi benturan kedunguan Huntington. Edward mengkritik bahwa karya Huntington tersebut bukannyaa menemukan jalan perdamaian, tapi justeru menanamkan pemikiran dan sikap saling bermusuhan.

Membela Palestina

Konflik Palestina pada dasarnya adalah konflik identitas. Pendudukan Israel atas Palestina adalah bentuk nyata upaya pengabsolutan identitas, (dalam hal ini identitas Yahudi) dengan tidak mau mengakui kemajemukan identitas-identitas lain yang ada di sekitarnya. 

Kita tahu, bahwa hingga sekarang Israel terus menggempur Palestina tanpa rasa kemanusiaan. Disinilah, peran Said, ia muncul sebagai juru bicara gerakan kemerdekaan negara asalnya Palestina, meskipun hingga saat ini konflik tersebut belum bisa diselesaikan. 

Kiprah Edward Said berlangsung belasan tahun. Pidato-pidatonya memukau banyak orang dan berhasil mengangkat isu riil Palestina di dunia Internasional. Tapi Said memiliki pandangan khusus terhadap konflik Israel-Palestina. Menurutnya melihat identitas sebagai sebab konflik, maka konflik tidak akan bisa diselesaikan. 

Lalu apa yang ditawarkan oleh Edwar Said? 

Banyak yang mengakui esensi tunggal dan tak berubah dalam diri orang Yahudi dan Palestina yang tidak mungkin dipersatukan sehingga harus disekat. Namun, Edward Said gencar mengkampanyekan negara binasional Yahudi dan Palestina.

Ia menegaskan "Saya tak pernah mengajukan apapun selain koeksistensi damai antara kami dengan Yahudi Israel," ucap Edward Saaid. Said berjuang untuk mewujudkan kayakinannya tersebut. 

1 Komentar

Blog Guru Supadilah mengatakan…
Berat nih bacanya. Tapi sarat ilmu. Hehe...
Lebih baru Lebih lama