Iklan


Ilustrasi/pixabay.com


            Agama Hindu merupakan salah satu agama yang diakui secara resmi di Indonesia. Menurut Govinda (Darini, 2016) agama Hindu sesungguhnya adalah suatu proses antropologis yang kemudian disebut sebagai agama. agama Hindu berpngkal pada Weda yang mengandung adat istiadat, gagasan dari salah satu atau beberapa suku bangsa, memiliki aspek-aspek rohani dan jasmani. Kitab agama Hindu yaitu Weda. Kitab Weda terdiri atas; Rigweda (berisi mantra-mantra dalam bentuk pujian), Samaweda (Berisi nyanyian), Yajurweda (Doa-doa dalam upacara adat) dan Atharweda, (bersisi mantra-mantra sakti seperti sihir dan tenung). Di India terdapat dua suku bangsa yang terkenal ketika itu yaitu bangsa Dravida dan Bangsa Arya. Bangsa Dravida memiliki ciri fisik berkulit hitam sedangkan bangsa Arya berkulit putih. Namun bangsa Arya dan Dravida pada akhirnya bercampur yang kemudian disebut sebagai bangsa Hindu.. Dalam agama Hindu terdapat dewa utama yang disebut Trimurti yaitu Dewa Brahma (Dewa Pencipta), Dewa Wishnu (Dewa Pelindung) dan Dewa Shiwa (Dewa Perusak).
            Hinduisme adalah seluruh pandangan hidup, adat istiadat maupun keyakinan yang dianut oleh bangsa yang tinggal di anak benua India tepatnya di kawasan India sekarang. Hinduisme merupakan bentuk yang di miliki sesudah zaman Budha yang berkembang menjadi bermacam-macam unsur keagamaan dan keyakinan-keyakinan bangsa Dravida di India selatan. Dalam hal ini Dewa bukan lagi gejala alam seperti matahari, bulan, api, namun dewa digambarkan sebagai manusia seperti Brahma diganti menjadi  Wisnu/Waisnawa dan sebutan dewa matahari menjadi dewa Surya. Beberapa sumber  keagamaan pada zaman ini ada di dalam kitab-kitab; Purana (berisi penciptaan dan peleburan alam semesta,  silsilah kuno dan sejarah keturunan raja-raja kuno), Wiracarita (berisi syair kepahlawanan seperti kisah Ramayana dan Mahabrata).
Dari ajaran Hindu terdapat peninggalan-peninggalan kebudayaan pada masa itu. Peninggalan kebudayaan tertua di India kurang lebih 3 abad SM, ditemukan dekat Harappa di Panjab dan Mahenjo daro di Dindh. Kebudayaan itu memiliki persamaan dengan kebudayaan di Mesopotamia dan Mesir. Demikian aksara yang dipakai di lebah Sindhu ada persamaannya dengan aksara bangsa sumeria. Bahasa sehari-hari yang dipakai adalah bahasa sanksekerta, serumpun dengan bahsa Persia purba dan dengan banyak bahasa di Eropa seperti Indo-Jerman. Sebelum kedatangan bangsa Arya di India sudah terdapat kebudayaan, meskipun mereka kelompok pengembara dan belum bercocok tanam secara teratur. Mereka sangat menyukai bahkan menghormati kuda dan sapi. Sampai orang Hindu menganggap sapi sebagai hewan keramat dan dagingnya tidak boleh dimakan.
Agama Hindu berkembang dengan pesat sampai kepulauan Nusantara. Masyarakat Nusantara yaitu Jawa, Sunda, Madura, Bali, Toraja, Dayak, Bali, Minangkabau dan lain sebagainya (Pane, 2018). Mengenai masuknya agama Hindu ke Indonesia terdapat berbagai teori yaitu:
 Pertama, teori Brahmana (J.C. Van Leur) teori ini menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu disebarkan oleh kaum Brahmana karena hanya kaum Brahmanalah yang menguasai masalah-masalah keagamaan dan kitab-kitabnya. Kedua, teori Kesatria (C.C. Berg, J.L. Moens dan Mookerdji) teori ini menyatakan bahwa golongan kesatria  dari India datang ke beberapa wilayah di kepulauan Indonesia kemudian menaklukan penduduk pribumi, melakukan perkawinan dengan penduduk setempat dan akhirnya mendirikan kerajaan-kerajaan awal yang bercorak Hindu. 
Ketiga, teori Waisya/kaum pedagang (N.J Krom) teori ini menyatakan bahwa agama Hindu dibawa oleh seorang pedagang. Para pedagang merupakan golongan yang paling banyak berinteraksi dengan penduduk pribumi  kemudian lambat laun terjadi perkawinan antara pedagang India dan pribumi.  Keempat, teori Sudra (Van Faber) teori ini menyatakan bahwa agama Hindu dibawa oleh kaum sudra sebagai kaum yang memiliki kasta terendah. Pada awal tarikh masehi di India banyak mengalami peperangan, sehingga banyak negerinya yang meninggalkan negerinya dan sebagian sampai ke nusantara. Kelima, Teori Arus Balik (F.D.K. Bosch) teori ini menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu melalui dengan istilah penyuburan.
Itulah beberapa teori yang menyatakan awal mula masuknya agama Hindu ke Indonesia atau Nusantara ini. Dalam menyebarkan agama hindu tidak sembarangan orang dapat menyebarkannya kerna seseorang tidak dapat menjadi Hindu tetapi seseorang lahir sebagai Hindu. Oleh karena itu teori penyebaran agama Hindu yang paling kuat adalah teori Brahmana. Para Brahmana itulah yang kiranya di undang ke Indonesia untuk menghindukan raja-raja di Indonesia melalui sebuah upacara yang disebut viratyastoma. Para Brahmana ini mendapatkan kedudukan terhormat di keraton-keraton. Mereka menjadi penasehat raja (purohita) baik dalam bidang keagamaan, pemerintahan, peradilan, perundang-undangan dan sebagainya.
            Agama budha adalah agama yang percaya terhadap dewa-dewa seperti Dewa Brahmana, Dewa  Wisnu, Dewa Syiwa dan lain sebgainya. Perkembangan agama Hindu di Indonesia dinyatakan oleh beberapa teori yang berbeda seperti teori Brahmana, teori Kesatria, teori Waisya, teori Sudra dan Teori Arus Balik.


Daftra referensi:
Darini Ririn. 2013. Sejarah Kebudayaan Indonesia Masa Hindu-Budha. Penerbit: Ombak. Cet.1. Cet.2. ISBN: 978-602-7544-97-0. Yogyakarta.
Pane Sanusi. 2018. Sejarah Nusantara. Cet. 1. Penerbit: Sega Arsy. ISBN: 978-6028635-63-2. Bandung.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama