![]() |
| Ilustrasi/pixabay.com |
Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Semuanya serba mungkin, pun halnya dengan kembalinya masyarakat modern ke pertanian.
Istilah masyarakat modern sudah ada sejak 200 tahun yang lalu di eropa barat (Suseno: 55). Kemunculan masyarakat modern dilatarbelakangi oleh revolusi industri di Eropa pada abad ke-18.
Kemunculan masyarakat modern bukan hanya terpaku pada proses idustrialisasi tetapi juga pada proses berfikir yang rasional.
Indonesia yang dulu terkenal sebagai negara yang subur makmur, tertutama dengan kekayaan alam dan pertaniannya kini menjadi negara yang seolah-olah tidak punya jati diri.
Yang saya maksudkan tidak memiliki jati diri disini yaitu apakah indonesia ini negara pertanian, industri, negara maju ataukah masih negara berkembang.
Tetapi yang pasti negara kita sudah bukan lagi negara agraris kerna sebagian besar tanah kita digusur dan menjadi tanah perindustrian.
Salah satu ciri masyarakat modern adalah kehidupan manusia sudah tidak tergantung lagi pada alam tetapi manusia sudah tergantung pada perindustrian.
"Masyarakat modern adalah masyarakat yang -kecuali dalam keadaan darurat dan luar biasa, tidak mengalami lagi ketergantungan dari alam" (Suseno, 2016:59).
Dari pernyataan itu jelaslah bahwa ada kemungkinan manusia kembali menggantungkan kehidupannya pada alam, tetapi dalam keadaan kondisi darurat, seperti krisis ekonomi global, penyakit virus dan lain sebagainya yang sangat berpengaruh terhadap segala aspek kehidupan.
Zaman milenial adalah termasuk masyarakat modern. Akhir-akhir ini dunia sedang menghadapi guncangan dahsyat krisis kesehatan yaitu akibat munculnya wabah cirus corona (COVID 19).
Pada tulisan ini saya tidak akan membahas coronanya tetapi saya akan membahas tentang kemungkinan pengaruh corona terhadap arus balik sistem mata pencaharian pada masyarakat modern.
Salah satu dampak yang terlihat pada masyarakat modern adalah konsumerisme, cara berfikir, gaya hidup dan ketergantungannya. Namun siapa sangka bahwa akibat wabah virus corona semua itu bisa saja diabaikan seetika.
Wabah corona memberikan dampak pada setiap sektor kehidupan manusia. Karena manusia sadar/disadarkan pada akhirnya bahwa yang paling terpenting dari semua yang dimilikinya adalah kesehatan.
Kesehatan adalah salah satu hal yang sangat penting dan di damba-dambakan manusia. Sebanyak apapun harta, rumah, mobil mewah semua itu tidaklah berguna jika kesehatan kita rusak.
Dampak corona, korban semakin banyak berjatuhan, jika tidak ditemukan solusinya maka akan terus banyak memakan korban lebih banyak lagi.
Solusi yang sekarang pemerintah kita ambil hanyalah solusi sementara bukan solusi yang mendasar. Pemerintah sejauh ini belum menemukan cara ampuh untuk membasmi wabah corona ini sampai pada akarnya. Pemerintah hanya memberikan solusi himbawan agar kita diam di rumah, berhenti beraktivitas di luar, dan menjaga pola hidup sehat. Pertanyaannya, mau sampai kapan,?
Pada masa pemulihan, jika virus ini tidak segera dihentikan akan menimbulkan krisis ekonomi yang besar-besaran terutama pada masyarakat perkotaan. Kenapa masyarakat perkotaan,? Karena masyarakat perkotaanlah yang akan menjadi sasaran utama dalam menghadapi krisis.
Akankah kita bisa hidup dalam ktakutan dan keputusasaan, sampai kapan kita akan tetap diam di rumah. Lalu bagaimana dengan kebutuhan kita saat pabrik-pabrik pensuplay makanan dan minuman dihentikan.
Ini merupakan beberapa gejala dari sekian banyaknya gejala yang tersebar. Masyarakat kota mau tidak mau, suka tidak suka harus ber ruralisasi ke daerahnya masing-masing untuk mencari sumber penghidupan.
Pada saat itulah masyarakat modern akan mulai kembali memanfaatkan lahan, tetapi bagi yang mempunyai lahan dan punya tempat tinggal di kampung halaman. Bagaimana dengan masyarakat yang sama sekali tidak punya tempat untuk kembali ke kampung halamannya masing-masing. Sudahkah pemerintah memikirkan hal ini,?
Keputusan yang diambil orang-orang dan pemerintah dalam beberapa minggu ke depan mungkin akan membentuk dunia selama bertahun-tahun ke depan. Mereka tidak hanya akan membentuk sistem kesehatan kita tetapi juga ekonomi, politik, dan budaya kita.
Pada masa pemulihan, jika virus ini tidak segera dihentikan akan menimbulkan krisis ekonomi yang besar-besaran terutama pada masyarakat perkotaan. Kenapa masyarakat perkotaan,? Karena masyarakat perkotaanlah yang akan menjadi sasaran utama dalam menghadapi krisis.
Jika kita menilik ironisnya corona tersebut kita perlu mengambil langkah dan adanya rencana global, pilihan kita adalah isolasi nasional dan solidaritas global. Virus corona adalah masalah global oleh karena itu mereka mampu diselesaikan secara efektif hanya melalui kerjasama global.
