![]() |
| Syek Al-Qardawi/tangkap layar akun Instagram @salimafillah |
Umat Islam berduka setelah meninggalnya seorang ulama besar bernama Syekh Al- Qardawi pada Senin, 26 September 2022. Syekh Al-Qardawi tutup usia di usianya yang ke 99 tahun. Wafatnya ulama adalah tercabutnya satu tongkak ilmu, tertutupnya satu pintu fiqih, terserainya seikat simpul ajaran dan terputusnya rantai teladan. Ia adalah duka alam semesta.
Sykeh Qardawi adalah seorang ulama yang keilmuannya sudah tidak diragukan lagi. Karya-karyanya telah memberi umat muslim kecerahan terutama dalam berbagai hukum dari kitab dan Sunnah seperti karyanya berjudul Al Halal wal Haram fil Islam, Fiqih Zakat, hingga Fiqih Jihad. Manhajnya juga mengenalkan pada Fiqih Awlawiyat, sebuah fiqih untuk muslimin di negeri minoritas muslim.
Syekh Yusuf Al- Qardawi lahir di Mesir, pada 9 September 1926. Dua tahun sejak kekhalifahan Ustmani runtuh, menjadikan beliau hidup dalam banyak tantangan keumatan yang dilihatnya sendiri, dirasakan dan dihadapi. Beliau selesai menghafal Al-Qur'an sebelum usia 10 tahun, lalu melesat dalam penjelajahan ilmu SYari'ah di Universitas Al Azhar Mesir.
Terdapat pesan yang ditulis oleh Syek Al Qardawi dalam salah satu bukunya. Seperti dikutip gen.saladin dalam akun Instagram, beliau menulis; "dan salah satu bentuk pertolongan Allah padaku, adalah aku dimampukan untuk membela sejarah umat kita yang telah dizalimi oleh kaumnya sendiri," kata Syekh Al-Qardaawi.
Sykeh Al Qardawi mengatakan, bahwa kini banyak yang menganggap bahwa masa-masa setelah Khulafa Rasyidin hanya diisi oleh pemimpin-pemimpin yang dzalim. Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, dan Ustmaniyah dianggap sebagai masa yang dianggap jauh dari Islam. Padahal, kata beliau, "masih banyak pemimpin-pemimpin dimasa itu yang disifati dengan keadilan dan akhlak mulia,".
Beliau berkali-kali menyampaikan dalam setiap ceramah dan tulisan-tulisannya, bahwa sejarah Umat Islam akan berusaha ditutupi oleh mereka yang menginginkan umat muslim bangkit, beliau menulis; "Jika mereka tidak sanggup menghapus ingatan sejarah kita, maka mereka akan menghancurkannya, menebarkan informasi yang salah, membolak-balikan fakta tentang risalah umat, peradabannya, sejarahnya, tokoh-tokohnya dan warisannya. Dan dengan itulah, umat akan lepas dari akar asal-usulnya, generasi barunya akan melaknat generasi awalnya. Jadilah umat tanpa asal-usul dan identitas," demikian kata Syekh Qardawi.
Salah satu dari banyak sekali kesalahan umat ini dalam belajar sejarahnya, menurut Syaik Qardawi adalah ketika umat ini hanya menganggap kesuksesan era Khulafaur Rasyidin hanya di masa Umar saja. Menurutnya, banyak riwayat orang liberal yang menyatakan bahwa masa Abu Bakar hanya masa perang murtad, masa Ustman adalah zaman ftnah dan masa Ali hanya diisi perang saudara. Syekh Al-Qardawi mengatakan bahwa inilah salah satu bentuk pendekatan belajar yang salah kaprah dan terlalu menyederhanakan dengan cara yang dzalim.
Dari pernyataan diatas, menurut saya Syekh Al Qardawi menyampaikan pesan bermakna kepada kita semua sebagai umat Islam bahwa pentingnya belajar sejarah, agar sejarah kita tidak disesatkan. Seperti dikatakan oleh beliau, bahwa sekarang ini banyak yang menyesatkan sejarah Islam, mereka membuat fitnah agar umat muslim sedikit demi sedikit kehilangan sejarahnya yang merupakan identitasnya. ***
