![]() |
| ilustrasi belajar filsafat/pixabay.com |
"Filsafat adalah kapal yang berlayar di tengah gelombang kehidupan menuju pelabuhan yang bernama kebenaran,". Demikian kata sang pengampu Ngaji Filsafat di Masjid Jendral Sudirman, Fahruddin Faiz.
Banyak orang yang masih mengalami kesulitan belajar filsafat. Terlebih lagi buat kita yang baru mengenal ilmu filsafat secara mendasar. Walaupun sudah membaca buku filsafat berulang kali, bahkan sampai khatam, tapi tetap saja tidak mengerti.
Belajar apapun sebetulnya memerlukan ketekunan, apalagi filsafat yang membutuhkan kesabaran dalam upaya mempelajarinya. Belajar filsafat tak hanya membuthukan ketekunan, kesabaran namun ia juga membutuhkan modal, sama halnya untuk membeli buku atau kuota, misalnya. Akan lebih baik pula jika ada guru yang menjadi tempat bertanya dan meminta petunjuk.
Meski demikian, saat kita tetarik dengan filsafat, tetapi merasa "ngeri" dengan luas dan kompleksnya tema serta ruang lingkup kajian filsafat, maka beberapa tips ini mungkin bisa membantu. Fahrudin Faiz mengungkapkan beberapa tips, agar kita mudah paham belajar filsafat.
- Mulailah dari posisi kesadaran
Fahrudin Faiz mengatakan, awalilah belajar filsafat-sebenarnya juga saat belajar apapun-dengan kesadaran bahwa pada hakikatnya kita tidak tahu. Kesadaran tidak tahu sangt berguna untuk memancing semangat menjadi "tahu".
- Baca dan telaah secara runtut dan saar
Membaca buku filafat perlu kesabaran dan khati-hatian dalam memaknai setiap kata-katanya. Belajar filsafat tidak bisa tidak harus didukung dengan aktivitas membaca. Buku-buku filsafat tidak bisa hanya sekadar dibaca sebagaimana novel bestseller. Aktivitas membaca buku filsafat membutuhkan kesabaran.
- Carilah waktu dan situasi terbaik
- Tekunilah isu filosofis apapun yang paling menarik bagi kita
Carilah isu/tokoh/buku/tulisan filsafat yang paling menarik, lalu mulailah "berselancar" di dunia filsafat.
- Jangan enggan membuka kamus filsafat
- Akrabkan diri kita dengan gagasan-gagasan para filsof sebelumnya.
