Penulis: Jamar Fitda Hermawan, S.Pd
![]() |
| Jamar Fitda Hermawan, saat menerapkan pembelajaran melalui Project Based Learning Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SDN 1 Harjawana Kecamatan Bojongmanik Kab. Lebak Banten. |
Virus covid ditahun lalu telah membawa perubahan yang signifikan terhadap sikap dan prilaku peserta didik, Pembelajaran jarak jauh (daring) dirasa kurang efektif dalam proses belajar mengajar sehingga menimbulkan masalah baru dalam belajar tetutama pada pelaksanaan Tatap Muka (luring).
Saya mengajar di SDN 1 Harjawana, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, Provinsi banten. Salah satu masalah yang dihadapi saat pembelajaran yaitu keaktifan siswa dalam bertanya dan mengungkapkan pendapat pada mata pelajaran bahasa indonesia. Hal-hal yang menjadi penyebab utama kurang aktifnya siswa dalam belajar yaitu:
- Kurangnya pemahaman siswa dalam memahami materi
- Kuranya kemauan siswa dalam belajar dan membaca buku
- Guru belum menerapkan pembelajaran yang Inovatif
Dari
ketiga point di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pertama, selama ini siswa
terlihat kesulitan dalam memahami pembelajaran Bahasa Indonesia yang sebagian
materi Bahasa berupa teks pada buku. Kedua, siswa terbiasa belajar dengan
metode ceramah dan kurangnya motivasi dari guru kepada siswa yang berani
bertanya dan mengungkapkan pendapat. Ketiga, belum terlaksananya pembelajaran
yang menyenangkan bagi siswa melalui pembelajaran Inovatif berbasis teknologi.
Praktik
pembelajaran ini menurut saya penting dibagikan karena saya kira banyak rekan
guru yang mengalamai permasalahan yang sama dengan permasalahan yang saya
alami, sehingga praktik ini diharapkan selain bisa memotivasi diri saya sendiri
juga diharapkan bisa menjadi referensi atau inspirasi bagi rekan guru yang
lain.
Saya sebagai guru mempunyai tanggungjawab untuk melakukan proses pembelajaran ini secara efektif, dengan menggunakan metode, media dan model pembelajaran yang tepat dan inovatif sehingga tujuan pembelajaran dan hasil belajar siswa bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
Berdasarkan
analisis
hasil kajian wawancara dan literatur penyebab dari tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai yaitu meningkatkan kemampuan
bertanya dan mengungkapkan pendapat siswa pada materi mata
pelajaran Bahasa
Indonesia antara lain :
- Kurangnya
penggunaan media pembelajaran yang tepat
- Metode-metode
pembelajaran yang digunakan oleh guru bersifat membosankan dan kurang
variatif
- Model
pembelajaran yang digunakan oleh guru tidak inovatif
- Motivasi
belajar siswa rendah
- Kurangnya apresiasi kepada siswa
- Guru kurang mengelola kemampuan dalam mengkondisikan kelas dan
membuat siswa aktif bertanya dan mengungkapkan pendapat
Dari
penyebab diatas, tantangan yang dihadapi guru adalah :
- Pemilihan media pembelajaran yang tepat dan menarik bagi siswa
- Pemilihan metode pembelajaran yang variatif sehingga siswa merasa
tertarik dan antusias dalam mengikuti pembelajaran
- Pemilihan model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan karakteristik
materi pelajaran dan karakteristik siswa
- Guru harus bisa menumbuhkan motivasi belajar siswa melalui
apresiasi kepada siswa dan proses pembelajaran yang menyenangkan.
- Mengkondisikan siswa dengan berbagai macam karakteristik
- Membuat siswa aktif berdikusi, bertanya dan mengungkapkan pendapat
Dilihat
dari ke enam tantangan tersebut bisa disimpulkan bahwa tantangan yang dihadapi
melibatkan guru dan sisi kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu kompetensi
pedagogik dan profesional sedangkan dari sisi siswa adalah motivasi belajar
Orang
yang terlibat dalam praktek pembelajaran ini adalah Guru, kepala sekolah dan
Peserta didik kelas VI. Guru atau rekan sejawat sebagai rekan diskusi, kepala
sekolah selaku pembimbing dan ruang koordinasi di sekolah agar mempermudah
jalannya praktek. Serta siswa kelas VI yang menjadi obyek dari praktek
pembelajaran ini.
Langkah-langkah yang dilakukan oleh guru
sesuai tantangan yang dihadapi antara lain:
1.
Pemilihan media
pembelajaran
a. Strategi yang dilakukan
guru dalam pemilihan media pembelajaran adalah dengan memilih media
pembelajaran yang dirasa tepat dan sesuai dengan materi pelajaran juga sesuai
dengan karakteristik siswa, dalam
hal ini saya menggunakan media Power Point dengan menampilkan gambar yang
sesuai dengan materi dan menggugah siswa bertanya dan mengungkapkan pendapat.
b. Proses pembuatan media
ini dimulai dari mempelajari materi yang akan dibuat medianya, kemudian guru
merancang desain pada
aplikasi power point
c. Sumberdaya yang
diperlukan untuk membuat media pembelajaran ini antara lain pengetahuan guru
dalam menggunakan aplikasi dan operasional komputer.
2.
Pemilihan metode
pembelajaran yang variatif
a. Strategi yang dilakukan guru dalam
pemilihan metode pembelajaran adalah dengan memahami karakteristik siswa dan karakteristik
materi. Disini
guru memilih metode pembelajaran yang akan digunakan adalah pemecahan masalah, ceramah,
penugasan, tanya jawab,
diskusi dan membuat proyek yaitu “membuat teks eksplanasi”.
b.
Kegiatan
membuat teks eksplanasi dilakukan oleh kelompok yang terdiri dari 4 orang,
hasil proyek yang dibuat ditempel di dinding kelas sebagai bentuk apresiasi
hasil karya siswa.
c. Peralatan
yang digunakan diantaranya yaitu kertas karton, gambar peristiwa alam, guting,
spidol ukuran kecil dan Lem kertas.
![]() |
| Memasang hasil karya siswa di dinding |
3.
Pemilihan model
pembelajaran
a. Strategi yang dilakukan
guru dalam pemilihan model pembelajaran adalah dengan memahami karakteristik
siswa dan karakteristik materi. Disini guru memilih model pembelajaran PJBL (Project Based Learning) dengan langkah-langkah
sebagai berikut :
1)
Menentukan pertanyaan
atau masalah utama
2)
3)
membuat jadwal
penyelesaian proyek
4)
memonitor kemajuan
penyelesaian proyek
5)
mempresentasikan dan
menguji hasil penyelesaian proyek
6) mengevaluasi dan refleksi proses dan hasil proyek.
4.
Meningkatkan motivasi
siswa
a. Strategi guru dalam meningkatkan motivasi siswa adalah dengan
merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui RPP/modul yang berpusat pada
siswa
b.
Proses pengembangan RPP
yang berpusat pada siswa guru menentukan kegiatan-kegiatan apa saja yang akan
dilakukan dalam pembelajaran yang kegiatan kegiatan itu berpusat pada siswa dan
membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran
c.
Pemberian apresiasi
melalui pujian kepada siswa yang bertanya dan mengungkapkan pendapat dilakukan guna meningkatkan motivasi siswa
belajar.
Dampak
dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan dirasa hasilnya efektif dan dapat
dilihat dari :
1. Penggunaan Media Power Point dalam pembelajaran ini
membuat siswa menjadi fokus dan memperhatikan
2. Pemilihan metode yang variatif sangat efektif untuk
meningkatkan keaktifan siswa terlihat dari kegiatan siswa saat pembelajaran.
Namun, Belum semua siswa aktif berdiskusi dalam mengikuti pembelajaran
3. Pemilihan model pembelajaran PJBL mampu menumbuhkan
berfikir kritis siswa terlihat dari pertanyaan, tanggapan dan jawaban siswa
dari pertanyaan yang dilontarkan guru saat pembelajaran. Namun, sebagian Siswa
kurang percaya diri dengan proyek yang mereka buat.
4.
![]() |
| Refleksi siswa pada akhir pembelajaran |
Respon
siswa terhadap kegiatan pembelajaran ini adalah sangat senang, bisa dilihat
saat kegiatan refleksi akhir pembelajaran siswa memberikan refleksi bahwa
pembelajaran sangat menyenangkan dan media pembelajarannya juga menarik dan
mudah difahami.
Respon
rekan sejawat terhadap kegiatan pembelajaran ini sangat mengapresiasi dan
menjadi motivasi untuk meningkatkan pembelajaran yang inovatif.
Faktor
keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan akan kemampuan guru dalam
membuat media pembelajaran, metode dan langkah-langkah pada rencana
pembelajaran yang sudah dibuat.
Pembelajaran yang bisa diambil dari proses dan kegiatan yang sudah dilakukan adalah seorang guru lebih kreatif dan inovatif dalam memilih metode, model dan media pembelajaran untuk membuat proses belajar mengajar sesuai dengan yang diharapkan dan mampu meningkatkan keaktifan siswa sehingga tujuan belajar dapat tercapai sesuai yang diharapkan.


