![]() |
| capaian pembelajaran mata pelajaran sejarah/kemendikbud.go.id |
Dalam kurikulum merdeka, pemerintah mewajibkan kepada semua guru di semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMP dan SMA untuk merumuskan capaian pada setiap mata pelajaran.
Capaian Pembelajaran (CP) merupakan suatu ungkapan tujuan pendidikan, yang merupakan suatu pernyataan tentang apa yang diharapkan diketahui, dipahami, dan dapat dikerjakan oleh peserta didik setelah menyelesaikan suatu periode belajar.
Setiap mata pelajaran di satuan pendididikan, seperti salah satu contohnya di SMA masing-masing mata pelajaran tentu memiliki capaian pembelajaran yang berbeda-beda sesuai dengan isi materi yang akan diajarkan.
Adapun capaian pembelajaran mata pelajaran sejarah, seperti dikutip dari laman resmi kemendikbud.go.id pada Sabtu, 1 Oktober 2022, yaitu terdiri atas capaian pembelajaran umum, dan capaian pembelajaran per elemen.
- Pada akir Fase E, peserta didik mampu memahami konsep-konsep dasar, waktu, diakronis (kronologi), sinkronis, guna sejarah, sejarah dan teori sosial, metode penelitian sejarah, serta sejarah lokal. Melalui literasi, diskusi, kunjungan langsung ke tempat bersejarah dan penelitian berbasis proyek kolaboratif peserta didik mampu menganalisis serta mengevaluasi berbagai peristiwa sejarah yang terjadi di Indonesia melalui konsep asal-usul nenek moyang dan jalur rempah di Indonesia, kerajaan Hindu-Budha dan kerajaan Islam di Indonesia.
- Pada akhir Fase E, peserta didik mampu menggunakan sumber primer dan sekunder untuk melakukan penelitian sejarah lokal yang memiliki benang merah dengan keindonesiaan baik langsung ataupun tidak langsung, secara diakronisdan atau sinkronis kemudian mengkomunikasikannya dalam bentuk lisan atau media lain. Selain itu, mereka juga mampu menggunakan berbagai keterampilan sejarah untuk menjelaskan peristiwa sejarah serta memaknai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
- Capaian Pembelajaran per Elemen
- Penelitian sejarah lokal dimulai dari lingkungan terdekat (sejarah keluarga, sejarah sekolah, sejarah jalur rempah di daerah, sejarah kerajaan di daerah, dan lain-lain; mengumpulkan sumber-sumber primer maupun sekunder; melakukan penafsiran untuk mendeskripsikan makna dibalik sumber-sumber primer dan sekunder kemudian menuliskan penelitian dalam bentuk historiografi.
- Penjelasan peristiwa sejarah secara diakronis yang menitikberatkan kepada struktur, penjelasan peristiwa sejarah berdasarkan hubungan kausalitas, mengaitkan peristiwa sejarah dengan kehidupan sehari-hari dan menempatkan peristiwa sejarah pada pada konteks zamannya.
- Penjelasan peristiwa sejarah dalam perpektif masa lalu, masa kini, dan mas depan; Penjelasan peristiwa sejarah dari pola perkembangan, perubahan, keberlanjutan dan keberulangan;
- Penjelasan peristiwa sejarah dalam ruang lingkup lokal, nasional, dan global;
- Memaknai nilai-nilai dari peristiwa sejarah dan dikontekstualisasikan dalam kehidupan masa kini.
- Mengolah informasi sejarah, rekaman suara, film dokumenter, foto, market, vlog, timeline, story board, infografis, videografis, komik, poster dan lain-lain. ***
.jpg)