Iklan

Ilustrasi/pixabay.com

Pernahkah kita mempertanyakan bagaimana awal mula penciptaan uang. Uang bukan segalanya, tapi uang bisa membeli segalanya, bahkan harga diri juga bisa dibeli dengan uang. Tujuan manusia modern kadang berorientasi pada uang, mereka mengatakan hidup ini harus realistis salah satunya kita melakukan sesuatu harus ada imbalan yaitu uang. 

Tidak ada uang maka pekerjaan tidak akan selesai. Uang menjadi tolok ukur semua aspek kehidupan, termasuk jika kita ingin tahu kebaikan seseorang, coba ukur dengan uang kita akan tahu seberapa ker dia kepada kita. Menurut beberapa orang apabila teman kita mudah mengeluarkan uang, maka ia termasuk teman yang baik. Ya sadar atau tidak, kebaikan juga bisa diukur dengan uang.

Uang sudah menjadi segalanya bagi kebanyakan orang, uang telah mengubah semua aspek kehidupan kita, mulai dari moral, keyakinan, perilaku, sistem sosial dan lain sebagainya. Uang sebetulnya produk kebudayaan, ia dibuat sengaja dibuat manusia, tapi untuk apa? uang pasti memiliki awalan dan tahapan hingga banyak memiliki penggemar. 

Pertanyaan tentang awal mula uang menurut saya menarik, karena kita bisa mengetahui apa sebenarnya motif dibalik penciptaan uang. Baiklah, sebelum kita menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi, pertama-tama kita akan membahas sekilas tentang sejarah uang. Bagaimana awal mula uang, pertanyaan itulah ingin kita cari jawabannya. 

Sekilas tentang Barter

Ketika saya duduk di bangku SMA, saya diajarkan sekilas tentang uang. Gru saya menjelaskan, untuk mendapatkan sekantung beras, mereka harus menukar dengan barang lain, umpanya kita punya satu tandan pisang, kemudian karena kita bosan harus makan pisang setiap hari maka kita menukarnya dengan beras, itulah yang disebut barter. 

Selama puluhan generasi, masyarakat terbiasa dengan sistem barter. Seseorang akan menghidupi keluarganya dengan memproduksi semua yang mereka butuhkan ataupun mengkhususkan diri dalam produk tertentu. Kelebihan yang dia produksi akan dia tukarkan kelebihan barang lain yang diproduksi orang lain. 

Pasar setiap hari ramai dan orang bersemangat, orang-orang berteriak dan melambaikan dagangannya. Kita bisa membayangkan, semua orang membawa barang untuk ditukarkan. Sebelumnya pasar adalah tempat menyenangkan, tetapi sekarang jumlah orang terlalu banyak, pertengkaran pun terjadi dan semakin banyak. 

Tidak ada waktu lagi untuk ngobrol dan bercanda, sebuah sistem yang lebih baik mulai diperlukan. Manusia bertambah banyak, mereka membuat komunitas (pemerintahan sederhana) yang tugasnya menjaga agar kebebasan dan hak setiap anggota masyarakat bisa dilindungi dan untuk memastikan bahwa tak seorang pun akan dipaksa untuk melakukan hal yang tidak dia inginkan oleh siapapun juga. 

"Ini adalah tujuan satu-satunya dari pemerintah (goverment) dan setiap anggota pemerintah dipilih secara sukarela oleh anggota komunitas yang ada," 

Tapi, ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan di perdagangan pasar sehari-hari. Apakah satu tandan pisang senilai dengan sekantung beras atau dua keranjang jagung? Apakah seekor kerbau lebih berharga dari seekor ayam? Disinilah orang-orang membutuhkan sistem yang baik.

Emas

Tahun 40.000 SM yang lalu emas ditemukan di gua-gua Spanyol. Tahun 3600 SM, emas sudah diolah melalui proses peleburan oleh para tukang emas Mesir. Sedangkan, tahun 2600 SM, penduduk Mesopotamia kuno (sekarang Republik Irak) sudah menempa emas menjadi perhiasan. Kaum Mesopotamia ini dipercaya sebagai manusia yang pertama kali menggunakan emas sebagai perhiasan.

Emas sudah ditemukan sejak berabad-abad yang lalu, seorang tukang emas, mengukir emas dan perak menjadi uang. Tukang emas mengatakan, "Emas yang saya produksi mejadi perhiasan adalah logam yang luar biasa. Dia tidak berkarat, dan bisa bertahan sangat lama. Saya akan membuat emas dalam bentuk koin dana kita akan menyebut setiap koin dengan nama dolar,".

Tukang emas itu menjelaskan tentang nilai, dan bahwa uang akan menjadi medium pertukaran barang, sebuah sistem yang lebih baik daripada barter. Tapi seorang anggota masyarakat bertanya, "tetapi orang tentu bisa menambang emas sendiri dan mebuat koin untuk diri mereka sendiri,". Tukang emas menjawab, "ini tidak boleh diterima,".

Masyarkat segera menyadari sisi baik dari sistem ini, dan mereka pun mulai menilai harga setiap arang dengan koin emas atau dolar. Akhirnya mereka menerima dan menjalankan sistem baru ini. Orang-orang memberikan harga pada dagangannya sesuai dengan usaha untuk memproduksi barang tersebut. 

Kwitansi

Perkembangan selanjutnya memasuki uang kertas. Uang kertas berawal dari kwitansi... bersambung .....

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama