Iklan

Ilustrasi/pixabay.com

Perang Dunia I merupakan perang terbesar pertama sepanjang sejarah abad modern (pasca Revolusi Industri). Sebelum Perang Dunia I perang pernah terjadi perang-perang besar seperti Perang Salib yang memperebutkan daerah Yerusalem serta perang antara bangsa-bangsa di Eropa pada zaman Kekaisaran Romawi dan Kekaisaran Prancis. 

Perang Dunia I berawal dari penembakan seorang pewaris tahta Austro-Hongaria (sekarang Austria) bernama Archduke Franz Ferdinand. Archduke Franz Ferdinand merupakan pewaris takhta Austria. Ia dan istrinya Sophie terbunuh di Sarajevo (ibukota provinsi Austro-Hungaria Bosnia-Herzegovina) pada 28 Juni 1914 di Sarajevo (Merdeka.com). Pembunuhnya adalah Gavrilo Princip, seorang anggota kelompok teroris Serbia.

Kasus ini menjadi penyulut api permusuhan yang tersimpan diantara negara-negara di Eropa. Sebulan kemudian, Austria mendeklarasikan perang terhadap Serbia pada 28 Juli 1914. Rusia tidak tinggal diam. Kekaisaran terbesar setelah Britania (Inggris) ini menyerang Austria-Hongaria, sehari setelahnya yaitu pada tanggal 29 Juli 1914.

Negara-negara lain kemudian saling ikut campur, hingga terbentuk dua kekuatan besar. Kekuatan ini adalah Blok Sentral dan Blok Sekutu. Blok Sentral meliputi Austria-Hongaria, Kekaisaran Jerman, Kekaisaran Otoman (Turki Usmani atau Dinasti Umayah) dan Bulgaria. Sedangkan pihak Sekutu meliputi Kekaisaran Rusia, Perancis, Kekaisaran Britania Raya (Inggris), Kanada, Italia, dan Amerika Serikat. 

Menutip buku Aep Saefullah (2009), berjudul "Aku Cinta Damai" Perang ini berkecamuk di Eropa, Afrika dan Timur Tengah. Perang ini sering juga disebut Great War, War of the Nations, dan "War to End All Wars" (perang untuk mengakhiri semua perang). Senjata kimia digunakan, pemboman massal warga sipil dan udara dilakukan dan berbagai pembunuhan massal terjadi pada perang ini. 

Awalnya, tentara jerman (Blok Sentral) berhasil mengalahkan tentara sekutu. Bahkan tentara Jerman berhasil menerobos ke daerah rusia dan menghancurkan sebagian besar tentara rusia. Namun muslim salju yang sangat dingin membuat tentara Jerman mundur. Pada pertempuran berikutnya, pihak Sekutu mengalami banyak kemenangan, meskipun jumlah korban mereka lebih banyak pula.

Korban jiwa ( militer) di pihak sekutu sekitar  5.497.600 jiwa. jumlah korban militer terbesar berasal dari rusia (1.700.000), kemudian Perancis (1.354.000),Kekaisaran Britania (908.000), Italia (650.000), Serbia (450.000), Rumania (336.000), Amerika Serikat (50.600), Belgia (13.700), Yunani (5.000), dan Jepang (300). Sedangkan korban di pihak Blok Sentral sekitar 3.382.500. Jumlah korban  militer terbanyak berasal dari Jerman (1.770.000), kemudian Austria-Hungaria (1.200.000), Kerajaan Ottoman (325.000), dan Bulgaria (87.500). Tentu itu semua merupakan korban yang begitu besar. 

Kedua belah pihak mengalami kehancuran berat. Bahkan korban tidak hanya dari militer, pihak sipil pun ikut menjadi korban pengeboman dan pembantaian massal. Jumlah korban dari warga sipil sekitar 6.493.000. Mereka berasal dari semua negara yang terlibat perang, kecuali Jepang dan Amerika Serikat. Sebab, perang tidak terjadi di daratan Amerika Serikat dan daratan Jepang. 

Perang berpusat di Eropa, terutama Rusia, Jerman, dan Eropa Timur. Jumlah korban sipil terbanyak berasal dari Rusia (3.000.000), Kerajaan Ottoman (1.005.000), Jerman (760.000), Serbia (655.000), Austria (300.000), Bulgaria (275.000), Rumania (275.000), Belgia (30.000), Yunani (132.000), Perancis (40.000) dan Inggris (31.000). Perang pun berakhir pada 11 November 1918, setelah Blok Sentral menderita kekalahan besar. Namun, dalam setiap negara yang terlibat tersebut, tersimpan dendam yang kemudian mengarah kepada perang yang lebih besar, yakni Perang Dunia II.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama