Iklan

 

Ilustrasi/pixabay.com


Mengenai mazhab pendidikan kritis, pertama kali saya mengenalnya yaitu pada saat saya masih mejadi mahasiswa semester empat. Waktu itu memang saya masih semangat-semangatnya membaca buku.


Pada waktu itu saya membaca dua buku karya Paulo Freire, buku pertama berjudul Pendidikan yang Membebaskan dan buku satu lagi Pendidikan Kaum Tertindas. 


Setelah membaca buku tersebut, saya merasa tersadarkan bahwa dalam pendidikan tidak lepas dari muatan politik, sedangkan menurut pendidikan kritis pendidikan harus dibebaskan dari muatan tersebut.


Bukan hanya agama saja yang memiliki mazhab seperti Suni, Qodariyah, Jabariyah, Mutazilah dan lain sebagainya, dalam pendidikan juga kita mengenal mazhab yaitu bernama mazhab pendidikan kritis (critical pedagogy). 


Sesuai dengan namanya mazhab pendidikan kritis, jadi mazhab ini menganggap bahwa pendidikan tidak lepas dari muatan-muatan politik, pendidikan dimandulkan oleh ideologi pasar dan dikekang oleh kuasa negara. 


Henry Giroux menyebut mazhab ini dengan pendidikan radikal (radical education), sedangkan Paula Aliman menjulukinya dengan pendidikan revolusioner (revolutionary pegagogy). 


Adapun yang menjadi tokoh dari mazhab pendidikan kritis diantaranya adalah Frankfurt, Antonio Gramschi dan Paulo Freire. 


Konsep Dasar Pendidikan Kritis


Pendidikan kritis (critical pedagogy) dalah mazhab pendidikan yang meyakini adanya muatan politik dalam semua aktivitas pendidikan. Aliran ini dalam diskursus pendidikan disebut juga aliran kiri karena orientasi politiknya belawanan dengan mazhab liberal dan konservatif. 


Dalam konteks akademik, mazhab ini disebut dengan "the new socology of education" atau "critical theory of education". Henry Giroux (1993) menyebut mazhab ini dengan pendidikan radikal (radical education). 


Mazhab ini tidak merepresentasikan gagasan yang tunggal dan homogen. Namun, para pendukung mazhab ini disatukan dalam satu tujuan yang sama, yaitu memberdayakan kaum tertindas dan mentransformasi ketidakadilan sosial yang terjadi di masyarakat melalui media pendidikan. 


Visi pendidikan kritis dilandaskan pada suatu pemahaman bahwa pendidikan tidak bisa dipisahkan dari konteks sosial, kultural, ekonomi, dan politik yang lebih luas. 


Menurut mazhab pendidikan kritis, pendidikan harus dipahami dalam kerangka relasi -relasi antara pengetahuan, kekuasaan dan ideologi. Berbagai kepentingan inilah yang akan membentuk wajah institusi pendidikan dan mempengaruhi subjektivitas peserta didik. 


Mazhab pendidikan kritis berbasis pada keadilan dan kesetaraan. Oleh karena itu, pendidikan menurut mazhab ini tidak hanya berkutat pada pertanyaan seputar sekolah, kurikulum dan kebijakan pendidikan, tapi juga tentang keadilan sosial dan kesetaraan. ****

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama