Iklan

 

Motivasi membaca buku/pixcel.com 

Kendala dari ketidaksukaan membaca adalah karena tidak adanya motivasi. Sedangkan membaca membutuhkan motivasi agar membaca tak hanya sekedar di lisan, tetapi membaca harus sampai melewati kerongkongan. Ibaratkan makan, jangan sekedar dikunyah tetapi harus ditelan, begitupun juga membaca.

Apa yang menjadi motivasi  kita sehingga kita harus membaca? banyak orang yang menanyakan bagaimana cara agar kita suka membaca. Pertanyaan ini seringkali kita dengar berulang kali, biasanya dari seseorang yang tertarik untuk membaca namun hanya sampai pada lisan. 

Kunci dari membaca itu adalah motivasi, dan motivasi itu harus memiliki intensitas, daya atau kekuatan, jangan sampai motivasi membaca karena terpaksa oleh keadaan. Misalnya, karena kita ada tugas persentasi, mak kita baru akan membaca. Ini, yang salah, membaca itu harus memiliki ketekunan dan keikhlasan. 

Baca Juga: Data Pengguna Internet dan Media Sosial di Indonesia

Malas Membaca tapi Cerewet di Medsos

"Malas Membaca Tapi Cerewet di Medsos," tulis Kementrian Komunikasi dan Informatika yang dikutip dari kominfo.go.id. Ya, faktanya memang demikian, masyarakat Indonesia sering aktif di media sosial, banyak bicara, namun sedikit membaca. Menurut Kominfo, dalam hal kecerewetan di media sosial orang Indonesia berada di urutan ke 5 dunia. 

Sementara itu, minat baca buku masyarakat Indonesia sangat rendah. Namun, ironisnya orang Indonesia bisa menatap layar gadget kurang lebih 9 jam sehari. Lembaga riset digital marketing Emarketer mengungkapkan Indonesia menjadi negara keempat pengguna smartphone terbesar di dunia. 

Menurut UNESCO Indonesia berada di urutan kedua dari bawah soal literasi dunia yang artinya minat baca masyarakat Indonesia sangatlah rendah. Menurut UNESCO minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, yaitu hanya 0,001 persen, yang artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. 

Baca Juga: Sejarah Malingping, dari Kolonialisme Belanda hingga Terjadinya Pemberontakan

Bayangkan, malas baca buku, tapi sangat suka menatap layar gadget berjam-jam, ditambah paling cerewet pula di media sosial. Kecepatan jari untuk langsung like dan share bahkan melebihi kecepatan otaknya. Padahal informasinya belum tentu benar, provokasi dan memecah belah NKRI. Jadi jangan heran jika Indonesia menjadi sasaran empuk untuk info provokasi, hoax, dan fitnah.

Apa sebetulnya yang menjadi penyebab minimnya membaca masyarakat kita? 

Secara umum minat membaca dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal yaitu seperti lngkungan kurang mendukung, peran perpustakaan yang belum maksimal, keterbatasan buku bacaan, keluarga kurang mendukung, dan pengaruh menonton televisi serta penggunaan handphone.

Sementara itu, faktor internal berkaitan dengan kesadaran pada diri individu, salah satunya adalah kurangnya motivasi. Mengutip pustaka.unand.ac.id, motivasi merupakan dorongan, ajakan dan ketertarikan seseorang akan sesuatu. 

Baca Juga: Mengenal Bil Tawil, Tanah yang Tak Bertuan

Motivasi membaca sangat dibutuhkan untuk memdorong seseorang gemar dalam membaca. Jika seseorang sudah mengetahui dan memahami manfaat dari membaca, maka seseorang akan menyadari betapa pentingnya membaca dan ketertarikannya akan semakin tinggi untuk membaca.

Bagi yang saat ini senang membaca semoga tetap giat untuk mengajak kepada orang lain untuk membaca buku. Mari kita berikan motivasi pada mereka yang belum menyukai memaca, karena mambaca adalah kunci dalam pengemabngan ilmu pengetahuan.

Motivasi Membaca Buku

Motivasi membaca/pixcel.com 

Motivasi merupakan proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu dalam mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam pengertian motivasi ini diantaranya adalah intensitas, arah, dan ketekunan. Maka membaca harus memenuhi tiga elemen tersebut. 

Penyebab rendahnya minat membaca seringkali adalah karena kurangnya motivasi. Maka motivasi itu adalah pemahaman kita terhadap membaca itu sendiri, seberapa penting kita memaknai membaca,? dorongan apa saja yang bisa membuat kita agar kita memiliki motivasi dan semangat dalam membaca buku. 

Membaca bukan hanya sekedar merangkai aksara menjadi kata, bukan pula hanya merangkai kata menjadi kalimat sempurna, apalagi sekadar mengeja kalimat dalam paragraf tanpa makna. Membaca adalah memberi makna pada setiap aksara, pilihan kata serta kalimat sempurna, ia juga mengungkap ide utama dalam sebuah paragraf yang disusun oleh penulisnya. 

Baca Juga: Buku Sejarah Dunia yang Disembunyikan pdf, Download disini

Membaca haruslah didasari pula oleh skala prioritas utama. Tujuan diciptakannya manusia itu untuk beribadah kepada Allah SWT, kemudian Sunnah Nabi-Nya serta sumber ilmu pengetahuan lainnya. Maka bacaan yang bergizi ialah ketika ia memberikan nutrisi pada qalbu dan akal kita untuk lebih bijaksana dalam menyikapi setiap permasalahan yang ada. 

Mengutip Abd Misno Mohd Djahri (2020) berikut ini saya sajikan beberapa motivasi membaca. Motivasi ini ditulis oleh para pegiat membaca yang lahir dari perenungan mendalam, pemilihan kata penuh makna hingga menjadi motivasi untuk terus membaca. 

"Bacalah ... memulainya dengan Bismillah, dengan niat lillah, Insyaallah berkah,". (Abd Misno Mohd Djahri).

"Berapa banyak orang membaca, tetapi bacaannya hanya di lisan saja, bahkan tidak sampai melewati kerongkongannya," (Abd Misno Mohd Djahri).

"Bila membaca adalah sarana untuk mendapat ilmu, maka niat adalah langkah pertamanya," (Abd Misno Mohd Djahri).

"Buah dari membaca adalah ilmu, sementara akarnya adalah aqidah, sedangkan amalan adalah manis rasa buah tersebut," (Abd Misno Mohd Djahri).

Baca Juga: Buku Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Prasejarah di Indonesia

"Sebagian orang membaca buku dengan terpaksa, padahal buku ingin agar keikhlasan menjadi ikatan antara ia dengan pembacanya. Bacalah, dengan menyebut nama Rabmu ...," (Abd Misno Mohd Djahri).

"Membaca akan membuka cakrawala berpikir, sebanyak banyak bacaan maka semakin luas cakrawala berpikirnya. Bacalah, dengan menyebut Rabmu .. (Abd Misno Mohd Djahri).

"Tidak mudah membiasakan orang untuk suka membaca, tetapi lebih sulit mengajak orang bodoh untuk suka membaca. Bacalah dengan menyebut nama Rabbmu ... (Abd Misno Mohd Djahri).

"Buku sekadar sarana untuk mencapai ilmu, namun tanpa sarana itu tidak akan pernah sampai pada ilmu yang dituju," (Abd Misno Mohd Djahri).

"Bila buku adalah sarana ilmu, maka cara mendapatkannya adalah dengan membaca," (Abd Misno Mohd Djahri).

"Bacalah buku, karena dengan membaca dunia berada dalam genggamanmu," (Abd Misno Mohd Djahri).

"Banyaknya koleksi buku, bukan untuk dibanggakan, tetapi ia menjadi citra awal keluasan wawasan seseorang. Bacalah, dengan menyebut nama Rabbmu ...," (Abd Misno Mohd Djahri).

Baca Juga: Buku Yuval Noah Harari 'Sapiens'

"Buku adalah guru yang tak pernah marah, maka jadikanlah buku jadi gurumu di setiap saat," (Asep Kurnia).

"Membaca beragam buku, agar membuka keluasan cakrawala berpikir Anda," (Asep Kurnia).

"Membaca (iqra) adalah intruksi khusus ilahiyah demi untuk menaikan derajat akhlaq serta kualitas ke-manusiaanmu," (Asep Kurnia). 

"Membaca hakikatnya sedang mengasah dan memproses kualitas pikir dan dzikir kita," (Asep Kurnia).

"Alam semesta raya ini adalah Buku Multiragam yang Allah ciptakan, maka baca dan kuasailah," (Asep Kurnia).

"Tulisan adalah inspirasi dan ide, jika anda ingin banyak ide dan inspirasi, maka perbanyaklah membaca," (Asep Kurnia).

"Jika anda menunda membaca artinya anda memberhentikan supay ilmu, dan jika anda berhenti membaca artinya menutup tambahnya ilmu dan mengubur hidup dan kehidupan," (Asep Kurnia).

Sebetulnya masih banyak lagi motivasi membaca, semoga sampai disini bisa bermanfaat untuk kita semua, dan dapat meningkatkan motivasi membaca kita. amiin ... ***

1 Komentar

Suardi mengatakan…
Terimakasih,, bapak Ibu,, amiin
Lebih baru Lebih lama