Saya sangat sepakat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarahnya. Maka bangsa yang tidak pernah belajar sejarah ia sama saja dengan mengkerdilkan bangsanya sendiri dan membiarkan bangsanya untuk mengulanginya.
"Orang yang tidak pernah belajar sejarah dikutuk untuk mengulanginya," George Santayana.
Bertolak dari pentingnya belajar sejarah bagi suatu bangsa, saat ini pelajaran sejarah sangat jarang diminati. Di sekolah misalnya, sedikit sekali siswa yang menyukai mata pelajaran sejarah. Begitu pun di kampus, mahasiswa yang jurusan sejarah juga sangat sedikit peminatnya.
Apa yang menjadi penyebab sejarah kurang begitu diminati? Hal ini menurut saya karena kurangnya pemahaman akan sejarah itu sendiri. Sejarah hanya dipahami sebagai catatan peristiwa masa lalu. Sehingga belajar Sejarah menjadi sangat membosankan.
Dengan demikian mereka yang berpandangan seperti itu menganggap bahwa masa lalu biarlah berlalu. Masa lalu tidak akan terulang kembali, ia hanya akan menjadi kenangan.
Suatu pandangan yang keliru, dan terlalu baper dalam memandang sejarah. Belajar sejarah bukan sekedar mengetahui peristiwa di masa lalu, tetapi belajar sejarah sebagaimana dikatakan Sejarawan Kuntowijoyo adalah konstruksi masa lalu.
Sejarah itu Berulang
Ada satu pendapat yang menyatakan bahwa sejarah itu berulang. Mengenai pernyataan ini ada yang sepakat dan ada pula yang tidak sepakat. Tapi saya sepakat bahwa masa sekarang adalah hasil pengulangan dari masa lalu. Yang membedakan masa lalu dengan sekarang hanyalah pelaku, tempat dan waktu kejadian.
Namun, mereka yang mengatakan bahwa sejarah itu berulang masih dinilai keliru karena terlalu berlebihan. Meski demikian, pendapat ini berperan penting dalam membangun semangat kebangsaan. Dalam konteks Indonesia, para tokoh kemerdekaan seringkali menjadikan kejayaan di masa lalu sebagai konstruksi sosial untuk membangun sebuah gerakan kemerdekaan.
Salah satu tokoh yang sering dikutip kata-katanya, misalnya Bung Karno. Mantan presiden pertama RI ini mampu membakar semangat bangsa Indonesia melalui pidatonya yang berapi-api. Soekarno berpesan kepada kita semua, Bangsa Indonesia untuk jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jasmerah) karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarahnya.
Pemahaman sejarah yang dikatakan Bung Karno adalah pesan bahwa kemerdekaan Indonesia didasari oleh kekuatan sejarahnya. Bangsa Indonesia sejak dulu adalah bangsa yang besar yang sudah memiliki kebudayaan dan berperadaban tinggi. Hal ini dibuktikan dengan arsitektur peninggalan sejarah pada masa kerajaan di masa lalu. Indonesia pada waktu itu setara dengan dengan peradaban-peradaban dunia lainnya.
Menyadari hal tersebut Bung Karno bahkan memasukan gagasan-gagasannya seperti gagasan mengenai Pancasila yang berasal dari kerajaan Majapahit dalam kitab Negarakertagama dan kitab Prapanca karya Mpu Sutasoma dan Tantular. Pancasila direkontruksi oleh Bung Karno menjadi filsafat, dasar pemikiran dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka dari itu pancasila adalah satu gagasan besar yang wajib dipahami oleh generasi sekarang.
Sejarah sebagai Guru Bangsa
Sejarah adalah guru kehidupan. Sejarah mengajarkan banyak hal, seperti kesadaran akan waktu, adanya masa lampau, masa kini dan masa yang akan datang. Sejarah mengajarkan tentang apa yang telah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi. Sejarah memperkenalkan segala macam pengetahuan, pengalaman dan kecerdasan berpikir manusia dari masa ke masa sehingga mampu mengajarkan daya kritis kita dalam membedakan mana yang faktual (historis) dan mana yang fiksi (mitos), mana yang subjektif mana yang objektif, mana yang sahih dan mana yang tidak sahih.
Menjadikan sejarah sebagai Guru Bangsa berarti telah memposisikan kita sebagai bangsa yang mandiri, berdiri sendiri dan tidak tergantung pada orang lain dalam belajar. Jika kita ingin melihat orang-orang hebat, maka lihatlah sejarah, telah banyak orang-orang hebat yang sudah dinobatkan sebagai pahlawan. Jika kita ingin cerdas maka lihatlah sejarah telah banyak orang-orang cerdas di masa lalu yang telah menciptakan banyak kemajuan. Meskipun demikian, belajar sejarah jangan hanya sekedar dilihat tetapi juga dipelajari ide-idenya, penemuan-penemuannya untuk di rekonstruksi di era sekarang. Ingat kemajuan sekarang ini adalah berkat kemajuan di masa lalu.
Dengan belajar sejarah, suatu bangsa juga bisa menanamkan kesadaran dan penghargaan terhadap mereka yang berjiwa pencinta tanah air (patriot), dan pahlawan bangsa (hero), dan mereka yang tidak setia menjadi penghianat bangsa (traitor). Oleh karena itu sudah sepatutnya sejarah dipelajari oleh generasi muda dengan menekankan pada pembangunan karakter bangsa. Bagaimana ciri-ciri orang yang berkatakter kebangsaan itu,? Yaitu bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta tanah air, bekerja keras, gotong-royong, tanggungjawab, berjiwa besar, cinta ilmu pengetahuan, dan mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi.

